Dalam gaya ini, tanaman tersusun berdasarkan lajur sehingga menghasilkan tampilan yang teratur. Hardscape seperti kayu dan batu hanya mendapat sedikit porsi atau bahkan tidak digunakan.
Sebagai gantinya, aquascape gaya Belanda mengandalkan beragam tanaman stem atau tanaman batang. Anda bisa memadukan tanaman dengan warna merah, oranye, dan hijau terang untuk menciptakan lanskap bawah air yang penuh warna.
5. Iwagumi Style
Iwagumi Style menawarkan pendekatan yang lebih minimalis. Gaya yang berasal dari Jepang ini berfokus pada penataan batu-batuan besar secara artistik.
Pada bagian dasar, Anda bisa memadukan batu tersebut dengan tanaman karpet hijau yang berukuran pendek. Perpaduan itu menciptakan lanskap yang terlihat sederhana, tetapi tetap memiliki daya tarik visual.
6. Gaya Alami
Gaya alami berusaha membawa pemandangan alam darat ke dalam dunia bawah air. Konsepnya dapat mengambil inspirasi dari berbagai lanskap seperti hutan, pegunungan, hingga lembah.
Untuk menciptakan kesan tersebut, gunakan kombinasi kayu apung atau driftwood, batu, serta tanaman hijau yang rimbun. Penataannya tidak harus simetris karena gaya alami justru memanfaatkan komposisi yang asimetris.
7. Biotope Style
Terakhir, ada Biotope Style yang memiliki pendekatan berbeda. Tema ini bertujuan meniru habitat asli ikan atau wilayah tertentu secara akurat.
Karena itu, berbagai elemen dalam akuarium perlu menyesuaikan kondisi perairan yang ingin ditiru. Mulai dari jenis pasir, bebatuan, ranting kayu, hingga tanaman, semuanya mengikuti kondisi habitat aslinya di alam liar.
Konsep ini membuat aquascape tidak sekadar mengutamakan tampilan. Setiap elemen memiliki peran untuk membentuk lanskap yang menyerupai lingkungan asli.
Dengan banyaknya pilihan tersebut, Anda bisa menyesuaikan tema aquascape dengan tampilan yang ingin dihadirkan di dalam rumah. Tinggal pilih konsep yang paling sesuai dengan selera dan karakter ruangan Anda.