Sebenarnya itu sangat manusiawi. Siapa pun lidahnya bisa keseleo. Di Amerika yang lidahnya paling sering keseleo adalah Presiden George W. Bush. Misalnya kata ”are” diucapkan ”is” seolah tidak tahu grammar dalam bahasa Inggris. Ia juga pernah mengucapkan ”misunderestimated”, padahal dalam bahasa Inggris yang ada ”misunderstand”.

Saking seringnya keseleo lidah sampai ada ejekan khusus untuk Bush: bush-isme. Meski begitu nama Bush tidak pernah benar-benar jatuh karena itu. Ia tetap dianggap presiden yang berprestasi dan karena itu terpilih untuk periode kedua.

Presiden Joe Biden juga sering salah ucap. Orang pun memaklumi: Biden sudah tua.

Maka menghadapi ”damage” kupas bawang harusnya Istana tidak perlu berlebihan. Kenapa tidak diakui saja terus terang bahwa itu slip of the tounge. Kejujuran itu rasanya tidak akan membuat nama Presiden Prabowo jatuh. Justru presiden dinilai gentleman. Maksimum orang akan berkomentar ”padahal belum setua Joe Biden”.

Kecenderungan suka ngelesi sebaiknya memang harus segera diakhiri. Reaksi atas kritik mahalnya harga BBM, misalnya, tidak boleh lagi dengan kalimat “salahnya sendiri kok tidak pakai motor listrik”.

Sebenarnya menarik juga kalimat itu. Ada nada bercandanya. Ada nilai kebenarannya. Bahkan benar sekali. Tapi di mata sebagian orang itu bisa dianggap “ngelesi”.

Memang masih ada sedikit ganjalan di teks otentik pidato presiden itu. Soal Rp 700.000/kg sudah clear: yang tertulis Rp 700/kg. Tapi soal “pengupas bawang” masih ada dalam teks. Ini juga harus di-clear-kan. Bu Susanah bukan pengupas bawang. Dia penjahit kain majun –kain sisa potongan yang bisa dipakai lap– dan pencuci peralatan makan di dapur MGB. Sama sekali tidak disebut kupas bawang. Tapi ini bisa dijelaskan dengan jenaka: pernah sesekali bantu kupas bawang.

Berarti tetap ada yang salah dalam pembuatan teks pidato itu. Setidaknya kurang correct. Ini pelajaran yang sangat baik bagi para penulis pidato. Apalagi pidato presiden. Mungkin semua orang sibuk menjelang 17 Agustus tapi pemeriksaan pidato presiden harus berlapis. Itu pun tetap saja ada peluang untuk salah.