—
Selama di New York saya mengalokasikan waktu satu hari penuh untuk melihat apa saja yang dilakukan Mamdani: saya naik bus kota New York yang dulu direncanakan untuk digratiskan. Ada promosi stiker Piala Dunia di dalam bus. Di situ bola tidak lagi bulat. Bolanya dibentuk seperti apel –kan New York disebut kota “Big Apple”. Ternyata hanya enam bulan bus itu gratis. Lalu kembali harus bayar.
Lalu saya ke taman-taman yang akan dirombak: belum berubah.
Saya juga melewati sebuah bangunan di bawah jalan layang. Bangunan itu rencananya diubah menjadi toko grosir murah untuk warga miskin New York. Juga belum dimulai. Masih tetap bangunan lama yang kusam. Saya tidak mampir karena belum ada apa-apa.
Semua itu tidak sampai menurunkan citra Mamdani. Rakyat tahu: APBD New York tidak cukup. Tersiar berita bahwa wali kota yang lama telah terlalu banyak utang yang membebani keuangan New York.
“Mesir telah dirampok”. (Dahlan Iskan)