Platform tersebut mengintegrasikan data dari SPKU milik DLH Jakarta, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), World Resources Institute (WRI) Indonesia, serta Vital Strategies.
Dengan adanya integrasi tersebut, informasi mengenai kondisi udara di Jakarta diharapkan menjadi lebih lengkap sehingga masyarakat dapat memantau kualitas udara secara lebih mudah sebelum memutuskan untuk beraktivitas di luar ruangan. (ANTARA)