2. Periksa Kondisi Sabuk Penggerak (Drive Belt/V-Belt)
Drive belt atau v-belt memiliki fungsi yang serupa dengan rantai pada motor bebek maupun motor sport, yaitu menyalurkan tenaga dari mesin menuju roda belakang. Agar komponen ini mampu menyalurkan tenaga secara optimal, Anda wajib memeriksa kondisinya setiap kelipatan 8.000 kilometer. Selain itu, Anda juga harus mengganti komponen ini secara berkala sesuai dengan jadwal buku panduan servis.
Apabila saat pemeriksaan Anda melihat fisik v-belt mulai mulur, kaku, atau terdapat retakan di sela-sela geriginya, maka hal tersebut menjadi alarm jelas bahwa Anda harus segera menggantinya dengan yang baru. Tanda-tanda lain yang bisa Anda rasakan saat berkendara adalah munculnya bunyi berdecit, suara kasar di area bak transmisi, serta akselerasi motor yang mendadak lambat dan loyo.
3. Pantau Keausan Komponen Roller
Roller merupakan salah satu komponen di dalam CVT yang memiliki peran sangat krusial terhadap responsivitas motor. Komponen ini berfungsi sebagai pemberat pada rumah roller (pulley primer) yang nantinya akan bergerak melontar untuk mempermudah rotasi perputaran pulley tersebut seiring naiknya putaran mesin.
Sayangnya, kelalaian pemilik motor sering kali memicu kerusakan dini pada roller. Masalah ini biasanya muncul karena sepeda motor matik sering menempuh perjalanan jarak jauh secara terus-menerus tanpa jeda istirahat. Beban kerja yang berlebihan dan suhu panas ekstrem di dalam bak CVT akan mengubah bentuk roller yang semula bulat sempurna menjadi peyang. Kondisi roller yang peyang inilah yang membuat operan rasio transmisi menjadi tersendat dan tidak lancar.
4. Cek Ketebalan Kampas Ganda
Kampas ganda atau kopling matik juga memerlukan pemeriksaan berkala yang ketat. Pada sepeda motor matik dengan kapasitas mesin di bawah 150 cc, Anda harus memeriksa ketebalan kampas ganda setiap kelipatan 8.000 kilometer. Sementara itu, untuk motor matik bongsor berkapasitas mesin 150 cc ke atas, interval pemeriksaannya berada di angka setiap 12.000 kilometer.