finnews.id – Chemical peeling selama ini lebih dikenal sebagai perawatan kecantikan untuk membuat wajah tampak lebih cerah dan halus. Namun, prosedur ini ternyata memiliki manfaat yang jauh lebih luas.
Dokter spesialis dermatologi, venereologi, dan estetika, dr. Khalishaturrahmi Nasution, Sp.D.V.E, mengungkapkan bahwa tindakan tersebut juga berperan dalam membantu menangani berbagai masalah kulit di area tubuh selain wajah.
Mulai dari jerawat yang muncul di punggung dan dada, keratosis pilaris atau yang lebih dikenal sebagai kulit ayam, stretch mark, hingga jamur kuku.
“Selain untuk estetika, chemical peeling sudah sering kami gunakan di bidang dermatologi untuk mengobati jerawat di punggung dan dada, keratosis pilaris (kulit ayam), striae (stretch marks), hingga jamur kuku,” jelasnya dalam Bamed Seminar Media bertajuk Comprehensive Aesthetic and Wellness: Integrated and Holistic Approach to Better Wellbeing di Jakarta.
Apa Itu Chemical Peeling?
Chemical peeling atau chemo-exfoliation merupakan prosedur yang menggunakan bahan kimia untuk menciptakan perlukaan kulit secara terkontrol. Proses tersebut bertujuan merangsang regenerasi kulit sekaligus memperbaiki jaringan yang mengalami kerusakan.
Melalui mekanisme tersebut, kulit akan memasuki proses regenerasi dan remodeling. Hasil akhirnya diharapkan mampu memperbaiki tekstur kulit, meratakan warna, serta meningkatkan kualitas kulit secara menyeluruh.
Khalishaturrahmi menjelaskan bahwa tujuan utama eksfoliasi bukan sekadar mengangkat lapisan kulit mati. Prosedur ini juga mendukung pembentukan jaringan kulit baru sehingga kondisi kulit menjadi lebih baik dibanding sebelumnya.
Jadi Andalan karena Minim Invasif
Chemical peeling kini menjadi salah satu prosedur peremajaan kulit yang cukup banyak dipilih. Alasannya cukup sederhana. Tindakan ini tergolong minim invasif, prosesnya relatif singkat, dan tidak membutuhkan masa pemulihan yang lama.
Karakteristik tersebut membuat banyak pasien dapat menjalani perawatan tanpa harus mengganggu aktivitas sehari-hari. Bahkan, prosedur ini memiliki julukan “lunchtime peel” karena pasien bisa datang saat waktu istirahat kerja, menjalani tindakan, lalu kembali bekerja setelah perawatan selesai.