“Pasien datang saat jam istirahat kantor, lalu setelah itu bisa langsung kembali lagi ke kantornya,” ujar Khalishaturrahmi.

Kemudahan tersebut menjadi salah satu alasan mengapa chemical peeling terus menjadi pilihan dalam berbagai prosedur peremajaan kulit.

Tidak Semua Jenis Peeling Cocok untuk Semua Orang

Meski menawarkan banyak manfaat, chemical peeling tidak dapat dilakukan dengan pendekatan yang sama pada setiap orang. Khalishaturrahmi menegaskan bahwa dokter harus menyesuaikan jenis peeling dengan karakteristik kulit masing-masing pasien.

Pemilihan metode yang tepat menjadi bagian penting agar hasil perawatan optimal sekaligus menekan risiko efek samping.

Pada masyarakat Indonesia, dokter umumnya memilih tindakan very superficial peel atau superficial peel. Jenis peeling ini memiliki tingkat risiko efek samping yang lebih rendah jika dibandingkan dengan peeling berkedalaman sedang maupun dalam.

Pendekatan tersebut mempertimbangkan karakteristik kulit masyarakat Indonesia sehingga keamanan prosedur tetap menjadi prioritas.

Tak Hanya Wajah, Area Tubuh Lain Juga Bisa Dirawat

Perkembangan teknologi dermatologi membuat penerapan chemical peeling kini semakin luas. Jika sebelumnya prosedur ini identik dengan perawatan wajah, saat ini dokter juga dapat mengaplikasikannya pada berbagai area tubuh lainnya.

Leher, tangan, hingga kaki menjadi bagian tubuh yang juga dapat menjalani prosedur peremajaan kulit menggunakan chemical peeling. Tujuan utamanya tidak hanya mendukung penampilan, tetapi juga meningkatkan kesehatan serta kualitas kulit secara keseluruhan.

Dengan cakupan manfaat yang semakin luas, chemical peeling kini berkembang menjadi salah satu tindakan dermatologi yang tidak hanya berfokus pada aspek estetika. Prosedur ini juga mendukung penanganan berbagai masalah kulit sekaligus membantu proses regenerasi jaringan agar kondisi kulit menjadi lebih baik. (ANTARA)