“Meskipun begitu Alhamdulillah kami anak-anak bisa selesai pendidikan hingga berkeluarga,” kata Audy.
Semangat Teddy terhadap dunia komunikasi dan penyiaran tidak pernah surut. Bahkan saat memasuki usia senja, ia masih aktif mengikuti perkembangan industri media nasional.
Audy mengungkapkan bahwa sang ibu terus memperhatikan perubahan yang terjadi di dunia komunikasi dan penyiaran Indonesia. Hal itu menunjukkan kecintaan Teddy terhadap profesi yang telah membesarkan namanya selama puluhan tahun.
Dalam beberapa tahun terakhir, almarhumah tinggal bersama putri bungsunya di Tangerang Selatan. Di masa tuanya, ia tetap dekat dengan keluarga sambil terus mengikuti dinamika dunia media yang terus berkembang.
Teddy Resmi Sari meninggalkan dua putri dan dua putra yang seluruhnya telah berkeluarga. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, serta para pelaku industri penyiaran Indonesia.
Jenazah almarhumah dimakamkan di Tempat Pemakaman Islam RW 07 Kampung Tipar, Cimanggis, Depok.
Generasi yang tumbuh bersama program-program TVRI tentu tidak akan mudah melupakan sosok “Kak Teddy”. Melalui dedikasi, profesionalisme, dan kontribusinya selama puluhan tahun, ia meninggalkan jejak yang akan terus dikenang dalam perjalanan panjang dunia penyiaran Indonesia. (ANTARA)