finnews.id – Presiden AS Donald Trump mengklaim kesepakatan awal dengan Iran telah ditandatangani secara elektronik. Dokumen tersebut disebut menjadi landasan bagi perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran, pembukaan Selat Hormuz, dan pengurangan ketegangan di Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Iran dilaporkan telah mencapai kesepakatan awal yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan sekaligus membuka jalan bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa perjanjian tersebut telah ditandatangani dan isi lengkapnya kemungkinan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Wakil Presiden AS, JD Vance, mengungkapkan bahwa dokumen yang ditandatangani berbentuk memorandum of understanding (MoU) dengan panjang sekitar satu setengah halaman. Menurutnya, dokumen tersebut masih bersifat umum dan menjadi kerangka dasar bagi negosiasi teknis berikutnya.

Trump menyampaikan pernyataannya saat menghadiri KTT G7 di Prancis. Ia menyebut kesepakatan tersebut sebagai langkah penting untuk meredakan ketegangan dan mengembalikan stabilitas jalur perdagangan global.

“Kesepakatan itu sudah ditandatangani,” kata Trump kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa teks lengkap perjanjian kemungkinan akan dirilis setelah penandatanganan resmi yang dijadwalkan berlangsung di Jenewa pada Jumat mendatang.

Kesepakatan Jadi Dasar Negosiasi Lanjutan

Menurut JD Vance, memorandum tersebut belum mengatur seluruh detail teknis. Berbagai isu penting, termasuk program nuklir Iran, mekanisme verifikasi, hingga pencabutan sanksi, akan dibahas lebih lanjut dalam tahap negosiasi berikutnya.

Salah satu poin utama dalam kerangka kesepakatan adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir. Vance menegaskan bahwa komitmen tersebut harus dapat diverifikasi secara internasional.

Selain itu, Iran juga disebut berkomitmen mendukung perdamaian dan stabilitas regional, termasuk menghentikan dukungan terhadap kelompok bersenjata di kawasan. Namun, implementasi seluruh poin tersebut masih bergantung pada negosiasi teknis yang akan datang.