finnews.id – Menjelang atau saat menstruasi, banyak perempuan menghadapi masalah kulit yang sama, yakni munculnya jerawat secara tiba-tiba. Kondisi ini sering disebut sebagai jerawat hormonal karena berkaitan dengan perubahan hormon dalam tubuh selama siklus menstruasi.

Jerawat yang muncul selama siklus menstruasi dikenal sebagai jerawat hormonal. Kondisi ini terjadi akibat lonjakan hormon yang memicu produksi minyak berlebih pada kulit.

Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi peradangan sekaligus mencegah kondisi jerawat semakin parah selama masa menstruasi.

1. Kompres Es Batu untuk Meredakan Kemerahan

Saat jerawat mengalami peradangan, rasa nyeri dan kemerahan sering menjadi keluhan utama. Untuk membantu mengurangi kondisi tersebut, Anda bisa memanfaatkan es batu sebagai pertolongan pertama.

Tempelkan kompres es batu pada area jerawat yang bengkak selama beberapa menit. Suhu dingin dapat membantu meredakan kemerahan sekaligus membuat area yang meradang terasa lebih nyaman.

2. Jaga Pola Makan Selama Siklus Menstruasi

Kondisi kulit tidak hanya dipengaruhi oleh perawatan dari luar, tetapi juga oleh pola konsumsi sehari-hari. Saat memasuki masa menstruasi, penting untuk lebih memperhatikan jenis makanan yang dikonsumsi.

Kurangi makanan manis, makanan tinggi karbohidrat, dan produk susu selama siklus menstruasi. Ketiga jenis makanan tersebut dapat memicu lonjakan hormon yang berpotensi memperparah kondisi jerawat.

3. Gunakan Bahan Aktif untuk Melawan Jerawat

Jika jerawat mulai muncul, penggunaan produk totol jerawat dapat menjadi solusi yang membantu mempercepat penanganan masalah kulit tersebut.

Pilih produk yang mengandung Salicylic Acid atau Benzoyl Peroxide. Kedua bahan aktif ini dikenal mampu membantu membuka pori-pori yang tersumbat sekaligus membunuh bakteri penyebab jerawat.

4. Pilih Produk Non-Komedogenik

Saat jerawat sedang muncul, penggunaan makeup tebal sering kali membuat kondisi kulit semakin terbebani. Karena itu, sebaiknya kurangi penggunaan produk yang berpotensi menyumbat pori-pori.