Menurut Setiyo, penguatan proses kredit juga menjadi bagian dari komitmen BTN untuk memastikan fungsi intermediasi berjalan secara sehat. Sebagai bank yang memiliki mandat kuat dalam pembiayaan perumahan nasional, BTN tetap berkomitmen mendukung akses kepemilikan rumah masyarakat, namun dengan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko yang semakin kuat.

Ke depan, BTN optimistis rasio NPL Perseroan dapat terus ditekan secara bertahap sejalan dengan strategi pertumbuhan kredit yang lebih selektif, penguatan kualitas kredit baru, serta percepatan penyelesaian portofolio lama. Khusus pada segmen pembiayaan perumahan, BTN menargetkan rasio NPL KPR dapat terus membaik dan dijaga di bawah 2,5% pada akhir 2026 melalui penguatan kualitas kredit baru, optimalisasi early warning system, serta strategi penagihan dan penyelesaian kredit yang semakin berbasis risiko.

BTN meyakini transformasi proses kredit yang sedang dijalankan akan semakin memperkuat daya tahan bisnis Perseroan sekaligus mengukuhkan posisi BTN sebagai pemimpin pasar pembiayaan perumahan nasional dengan kualitas pertumbuhan yang lebih sehat, kokoh, dan berkelanjutan.