Layout Balaton Park Ikut Disorot

Selain agresivitas para pembalap, Marini juga menyoroti karakter lintasan Balaton Park sebagai salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecelakaan.

Menurutnya, tikungan pertama mengharuskan pembalap mengurangi kecepatan secara ekstrem sehingga peluang terjadinya kontak menjadi lebih besar.

Ia menjelaskan bahwa setiap posisi yang didapat di tikungan pertama sangat berharga karena dapat mengurangi jumlah lawan yang harus disalip sepanjang balapan.

Marini juga mengkritik kondisi aspal di area tikungan pertama yang dinilai kurang ideal.

“Layout lintasan tidak membantu karena Anda harus melambat hingga sekitar 40 km/jam. Selain itu, pekerjaan pada aspal juga tidak terlalu baik,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa para pembalap sebenarnya sudah mengetahui kondisi tersebut sebelum balapan berlangsung.

Joan Mir Punya Pandangan Serupa

Rekan setim Marini di Honda, Joan Mir, juga menganggap tikungan pertama Balaton Park sebagai area yang sangat berisiko.

Menurut Mir, hanya ada satu jalur balap yang benar-benar bersih, sementara pembalap yang memulai balapan dari sisi kanan grid menghadapi kondisi yang lebih sulit saat pengereman.

Mir menilai itulah yang menyebabkan Jorge Martin mengalami lock-up pada roda depan sebelum akhirnya kehilangan kendali.

“Di lintasan ini sangat mudah sesuatu terjadi karena tikungan pertama sangat licin dan hanya ada satu racing line yang benar-benar bersih,” kata Mir.

Ia mengaku langsung menyadari potensi kecelakaan ketika melihat motor Martin meluncur ke arah kelompok pembalap di depannya.

Penutup

Crash massal di tikungan pertama MotoGP Hungaria 2026 menjadi salah satu momen paling dramatis musim ini. Bagi Luca Marini, insiden tersebut bukanlah kejutan karena karakter Balaton Park, kondisi lintasan, serta tingginya risiko pada start balapan sudah memberikan tanda-tanda bahaya sejak awal. Beruntung, meski melibatkan banyak pembalap, seluruh rider yang terlibat dilaporkan dalam kondisi baik.

Referensi: