Perjalanan Irak menuju Amerika Utara terbilang berliku. Skuad berjuluk Singa Mesopotamia ini harus melewati tiga fase kualifikasi zona Asia (AFC), sebelum akhirnya mengunci tiket putaran final setelah menumbangkan Bolivia 2-1 di babak playoff antar-konfederasi pada April lalu.

Sejak kendali kepelatihan dipegang oleh taktik asal Australia, Graham Arnold, performa Irak menunjukkan grafik positif dengan memenangi sembilan dari 14 pertandingan internasional terakhir.

Walau sempat menutup tahun 2025 dengan kekalahan beruntun dari Aljazair dan Yordania di ajang Arab Cup, Irak langsung bangkit lewat kemenangan atas Bolivia dan Andorra.

Laga terakhir kontra Andorra bulan lalu sukses mereka menangkan dengan skor tipis 1-0.

Agenda Irak dalam sepekan ke depan terhitung padat dengan menghadapi Spanyol dan Venezuela.

Uji coba ini menjadi pemanasan krusial sebelum mereka bertarung di Grup I Piala Dunia yang tergolong berat, di mana Irak harus bersaing dengan raksasa dunia Prancis, kekuatan Afrika Senegal, serta Norwegia yang dimotori Erling Haaland. Irak akan membuka laga perdana mereka melawan Norwegia pada 16 Juni.

Meskipun tajuk laga kali ini hanya persahabatan, Irak jelas ditempatkan sebagai tim yang tidak diunggulkan.

Sepanjang sejarah, kedua negara baru pernah bertemu sekali, yaitu pada Piala Konfederasi 2009. Saat itu, Spanyol menang tipis 1-0 berkat gol tunggal David Villa di babak kedua.

Rotasi Skuad dan Kondisi Terkini Pemain

Tuan rumah dipastikan kehilangan beberapa pilar pentingnya. Sayap andalan Barcelona, Lamine Yamal, masih dalam proses pemulihan cedera otot paha belakang dan kemungkinan besar akan diparkir.

Kondisi serupa juga menimpa Nico Williams dan Mikel Merino yang mengalami masalah pada pangkal paha dan kaki.

Selain itu, David Raya, Martin Zubimendi, dan Fabian Ruiz baru saja tampil di final Liga Champions pekan lalu.

Pelatih Luis de la Fuente diprediksi akan mengistirahatkan ketiganya, sehingga posisi penjaga gawang utama kemungkinan besar akan diserahkan kepada Unai Simon.