“Kami sudah melaksanakan sidang etik kemarin untuk menggali keterangan secara langsung dari mahasiswa yang bersangkutan. Selanjutnya, kami akan membawa hasil pemeriksaan ini ke tingkat pimpinan yang lebih tinggi. Direktur beserta Wakil Direktur 1 bidang Akademik akan menelaah kasus ini berdasarkan regulasi pendidikan dan kode etik kemahasiswaan yang berlaku di PNJ,” jelas Soraya mengenai sanksi lanjutan.
Sebelumnya, sebuah potongan video amatir mendadak gempar di media sosial setelah memperlihatkan dua orang laki-laki tengah berciuman mesra. Aksi tersebut terjadi di sebuah lorong sunyi yang diduga kuat berada di area depan ruang perpustakaan kampus. Berdasarkan pelacakan waktu, insiden tersebut berlangsung pada Selasa (2/6) siang.
Tidak hanya video kemesraan, potongan video sekunder juga memperlihatkan momen ketika sejumlah mahasiswa lain memergoki aksi kedua pria tersebut. Para mahasiswa yang geram langsung menghampiri, menegur keras, serta menginterogasi identitas kedua pria penyuka sesama jenis tersebut sebelum akhirnya melaporkannya ke pihak keamanan kampus.
Fenomena ini kemudian memicu kembali diskusi publik mengenai dinamika orientasi seksual di Indonesia. Berdasarkan kajian medis modern, perilaku homoseksual sejatinya bukan merupakan bentuk gangguan mental ataupun penyakit kejiwaan yang menular. Para ahli mendefinisikannya sebagai salah satu bentuk orientasi seksual yang ditandai oleh ketertarikan emosional, romantis, atau seksual yang kuat terhadap individu yang memiliki jenis kelamin serupa.
Dalam terminologi sosial, masyarakat luas menggunakan istilah ‘gay’ untuk menggambarkan pria yang memiliki ketertarikan pada sesama pria. Sementara itu, istilah ‘lesbian’ merujuk pada wanita yang memiliki ketertarikan psikologis dan seksual kepada sesama wanita. Walaupun dunia medis tidak menggolongkannya sebagai penyakit, kelompok dengan orientasi ini masih sering menghadapi tekanan sosial dan stigma negatif dari lingkungan sekitar.
Faktor yang Memengaruhi Orientasi Seksual
Hingga detik ini, para ilmuwan dan pakar psikologi di berbagai belahan dunia belum menemukan satu faktor tunggal yang melatarbelakangi mengapa seseorang memiliki orientasi homoseksual. Kendati begitu, serangkaian riset ilmiah berhasil mengidentifikasi beberapa pemicu potensial yang saling berkaitan, antara lain: