finnews.id – Maag merupakan istilah yang sering digunakan masyarakat untuk menggambarkan berbagai keluhan pada lambung, mulai dari nyeri ulu hati, perut terasa perih, kembung, mual, hingga cepat kenyang. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama jika keluhan muncul berulang atau berlangsung dalam waktu lama.
Meski sering dianggap sepele, maag yang tidak ditangani dengan baik dapat memengaruhi kualitas hidup. Kabar baiknya, ada berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan gejala sehingga aktivitas tetap berjalan nyaman sepanjang hari.
Memahami Penyebab Maag
Sebelum mencari cara mengatasinya, penting untuk memahami bahwa maag bukanlah satu penyakit tunggal. Keluhan maag dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pola makan yang tidak teratur, konsumsi makanan tertentu, stres, efek samping obat, hingga gangguan lambung yang lebih serius.
Menurut American College of Gastroenterology, gejala maag atau dispepsia dapat berupa rasa nyeri atau tidak nyaman pada bagian atas perut, cepat kenyang saat makan, dan sensasi penuh setelah makan.
Makan Secara Teratur
Salah satu kebiasaan yang paling sering dikaitkan dengan munculnya keluhan maag adalah melewatkan waktu makan. Saat lambung kosong terlalu lama, sebagian orang dapat mengalami rasa perih atau tidak nyaman pada perut.
Beberapa hal yang dapat diterapkan antara lain:
- Sarapan setiap hari.
- Makan pada jam yang relatif sama.
- Tidak menunda makan ketika sudah lapar.
- Mengonsumsi porsi kecil tetapi lebih sering jika diperlukan.
Pola makan yang teratur membantu lambung bekerja lebih stabil sepanjang hari.
Hindari Makanan dan Minuman Pemicu
Setiap orang dapat memiliki pemicu yang berbeda. Namun, beberapa jenis makanan dan minuman diketahui lebih sering memicu keluhan lambung.
Contohnya meliputi:
- Makanan sangat pedas.
- Makanan tinggi lemak.
- Makanan yang terlalu asam.
- Kopi dan minuman berkafein berlebihan.
- Minuman bersoda.
- Minuman beralkohol.
Mencatat makanan yang dikonsumsi dan gejala yang muncul dapat membantu mengidentifikasi pemicu pribadi yang perlu dibatasi.