Jangan Langsung Berbaring Setelah Makan

Kebiasaan berbaring setelah makan dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung ke kerongkongan pada sebagian orang. Kondisi ini sering menyebabkan sensasi panas di dada atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas.

Idealnya, beri jeda sekitar dua hingga tiga jam setelah makan sebelum tidur atau berbaring.

Kelola Stres dengan Baik

Hubungan antara lambung dan sistem saraf cukup erat. Saat seseorang mengalami stres berkepanjangan, gejala maag dapat terasa lebih sering atau lebih berat.

Beberapa cara yang dapat membantu mengelola stres antara lain:

  • Berolahraga secara rutin.
  • Tidur yang cukup.
  • Melakukan relaksasi atau meditasi.
  • Menjalani hobi yang disukai.
  • Mengatur waktu kerja dan istirahat secara seimbang.

Meski stres bukan satu-satunya penyebab maag, pengelolaan stres yang baik sering membantu mengurangi keluhan.

Perhatikan Penggunaan Obat

Beberapa obat dapat mengiritasi lambung, terutama jika digunakan dalam jangka panjang atau tanpa pengawasan tenaga kesehatan.

Salah satu kelompok obat yang dikenal dapat meningkatkan risiko gangguan lambung adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen dan naproxen.

Jika Anda harus menggunakan obat tertentu secara rutin dan sering mengalami keluhan lambung, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan solusi yang lebih aman.

Gunakan Obat Maag Sesuai Anjuran

Berbagai obat tersedia untuk membantu meredakan gejala maag. Jenis yang digunakan bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan keluhan.

Beberapa pilihan yang umum digunakan meliputi:

  • Antasida untuk membantu menetralisir asam lambung.
  • Penghambat reseptor H2 untuk mengurangi produksi asam.
  • Proton pump inhibitor (PPI) untuk menekan produksi asam lambung secara lebih kuat.

Penggunaan obat sebaiknya mengikuti petunjuk dokter atau aturan yang tertera pada kemasan.

Kenali Kapan Harus Memeriksakan Diri

Tidak semua keluhan maag dapat ditangani sendiri di rumah. Pemeriksaan medis diperlukan jika muncul tanda-tanda berikut: