5. Manfaatkan Posisi Netral di Lampu Merah
Saat Anda terhenti sejenak, seperti di lampu merah yang berdurasi sekitar satu menit, segera pindahkan tuas transmisi ke posisi Netral (N). Membiarkan tuas di posisi Drive (D) sambil menginjak rem memaksa mesin terus menciptakan gaya dorong yang membuang bensin secara percuma. Selain hemat BBM, langkah ini juga menjaga keawetan komponen rem Anda.

6. Matikan Mesin Saat Berhenti Lama
Jika Anda harus menunggu di parkiran lebih dari 15 menit, mematikan mesin adalah pilihan paling bijak. Mesin yang menyala dalam kondisi diam (idling) tetap menyedot bahan bakar tanpa menghasilkan jarak tempuh. Mematikan kendaraan tidak hanya menghemat dompet Anda, tetapi juga berkontribusi positif bagi kesehatan lingkungan.

7. Terapkan Teknik Engine Brake
Gaya mengemudi yang sering melakukan pengereman mendadak lalu menginjak gas kembali sangat menguras bensin. Gunakan teknik deselerasi yang halus dengan memanfaatkan engine brake. Anda cukup melepas gas secara perlahan dan menurunkan gigi dari posisi D ke angka 2 atau L saat menghadapi jalan menurun atau ingin melambat.

8. Atur Penggunaan AC Seperlunya
Sistem penyejuk udara atau AC merupakan salah satu beban terbesar bagi mesin mobil matic. Kompresor AC yang bekerja keras pada suhu terendah akan menyedot tenaga mesin cukup besar. Aturlah suhu AC pada posisi moderat (setengah atau seperempat) untuk memberi jeda pada kompresor agar tidak terus-menerus membebani mesin.

9. Hindari Gaya Berkendara Agresif
Emosi pengemudi sangat berpengaruh pada efisiensi BBM. Hindari gaya berkendara agresif seperti saling salip atau sering melakukan pengereman mendadak. Terapkan prinsip eco driving dengan mengemudi secara tenang dan stabil guna menekan lonjakan konsumsi bahan bakar yang tidak perlu.

10. Disiplin Melakukan Servis Berkala
Mesin yang tidak terawat cenderung bekerja tidak optimal dan menjadi lebih boros. Lakukan servis rutin atau tune up secara berkala di bengkel resmi, seperti bengkel Suzuki terdekat. Penggantian oli yang rutin serta pengecekan sistem pendingin (radiator) memastikan mesin selalu berada dalam kondisi prima untuk mencapai pembakaran yang paling efisien.