“Pameran ini didominasi pelaku UMKM, khususnya dari Jawa Timur. Sebagian besar merupakan coffee shop dan brand kopi yang digerakkan anak-anak muda, termasuk generasi Z,” ujar Rumpoko di sela pembukaan pameran.

Menurutnya, konsep specialty coffee yang diusung dalam pameran tersebut menjadi wadah bagi pelaku usaha muda untuk menampilkan karya dan inovasi mereka di industri kopi nasional. Selain UMKM dan coffee shop independen, sejumlah brand besar juga turut meramaikan pameran.

“Ini merupakan pameran specialty coffee yang kebanyakan diisi karya anak-anak muda. Kami ingin memberi ruang bagi mereka untuk berkembang dan memperluas pasar,” katanya.

Selain menghadirkan produk kopi nusantara, pameran juga menjadi ajang kolaborasi berbagai sektor pendukung industri kopi, mulai dari gaya hidup, teknologi pembayaran digital, hingga peluang distribusi produk ke berbagai daerah.

Penyelenggara optimistis pameran tersebut tidak hanya menghasilkan transaksi langsung selama acara berlangsung, tetapi juga membuka peluang kerja sama lanjutan dan distribusi produk ke berbagai daerah di Indonesia.

Melalui ICX 2026, penyelenggara berharap industri kopi nasional, khususnya pelaku UMKM dan brand lokal, dapat semakin berkembang serta memiliki akses pasar yang lebih luas di tengah pertumbuhan ekonomi digital.