finnews.id – Perebutan tanda tangan gelandang berbakat Nottingham Forest, Elliot Anderson, tampaknya mulai menemui titik terang.

Manchester City bergerak cepat dan agresif dengan melayangkan tawaran verbal bernilai selangit demi mendaratkan pemain tim nasional Inggris tersebut ke Stadion Etihad.

Sejak awal, City memang dijagokan sebagai pemburu utama Elliot Anderson. Walau demikian, rival sekota mereka, Manchester United, sebenarnya sempat memperlihatkan ketertarikan serius.

Salah satu pemilik saham United, Sir Jim Ratcliffe, bahkan sempat mengkaji aspek finansial dan siap merestui gaji sebesar 150 ribu poundsterling per pekan andai Setan Merah memilih maju dalam perburuan. Namun, pergerakan kilat City mengubah peta persaingan.

Angka Fantastis Pemecah Rekor

Menurut kabar yang dirilis oleh The Athletic, dilansir SportsMole, manajemen Manchester City tidak main-main dengan menyodorkan proposal verbal yang menembus angka 100 juta poundsterling.

Jurnalis senior David Ornstein membocorkan bahwa mahar pokok transfer ini mencapai 106 juta poundsterling.

Nilai tersebut bahkan bisa membengkak hingga melewati 120 juta poundsterling jika klausul bonus performa terpenuhi.

Jika kesepakatan ini rampung, Anderson resmi melampaui rekor transfer Declan Rice ke Arsenal.

Di panggung sepak bola Inggris, nominal fantastis tersebut hanya kalah dari investasi Liverpool saat menebus Alexander Isak senilai 125 juta poundsterling.

Forest sendiri awalnya sempat berkeras menolak pendekatan City. Dengan masa bakti Anderson yang masih tersisa tiga tahun, klub pemilik memiliki posisi tawar yang kuat untuk mematok harga tinggi. Bagi City, harga tersebut sebanding dengan kualitas.

Mantan penggawa Newcastle United itu terbukti memiliki ketahanan fisik luar biasa dengan tampil penuh dalam 38 laga Liga Utama Inggris musim lalu, serta menyumbang empat gol dan empat umpan matang.

Ia diproyeksikan sebagai pengganti jangka panjang yang sempurna untuk Bernardo Silva yang telah angkat kaki.

Mundurnya United dari Perang Harga

Melihat manuver gila-gilaan dari tetangganya, Manchester United memilih untuk bersikap realistis.