Namun, pastikan Anda tidak membakar daging hingga gosong. Senyawa karsinogenik pada bagian yang menghitam dapat memicu risiko kanker. Potonglah daging dalam ukuran kecil agar lebih cepat matang merata tanpa harus terpapar suhu tinggi dalam waktu lama.
3. Perbanyak Konsumsi Serat sebagai Penyeimbang
Jangan hanya fokus pada piring penuh daging. Imbangi asupan protein hewani dengan sayuran hijau dan buah-buahan. Serat larut yang terkandung dalam bayam, buncis, apel, dan alpukat bekerja seperti “sapu” yang menghambat penyerapan kolesterol ke dalam aliran darah. Mengonsumsi buah beri setelah makan daging juga membantu menetralkan lemak dalam tubuh.
4. Tetap Aktif Bergerak dan Berolahraga
Setelah menyantap hidangan lezat, hindari kebiasaan langsung berbaring atau tidur. Lakukan aktivitas fisik ringan atau olahraga minimal 30 menit. Olahraga secara teratur mampu meningkatkan kadar High-Density Lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang berfungsi mengangkut kolesterol jahat kembali ke hati untuk dikeluarkan dari tubuh.
5. Stop Merokok dan Batasi Minuman Manis
Merokok memperparah kerusakan pembuluh darah akibat kolesterol tinggi. Selain itu, hindari mendampingi makan daging dengan minuman manis secara berlebihan. Kombinasi lemak jenuh dan gula tinggi akan memicu lonjakan trigliserida dalam darah, yang secara drastis meningkatkan risiko stroke dan serangan jantung.
6. Lakukan Cek Darah Secara Berkala
Penting bagi Anda untuk mengetahui angka kolesterol secara pasti melalui pemeriksaan medis. Banyak orang tidak menyadari bahwa kadar kolesterol mereka sudah di ambang batas karena kondisi ini sering kali tidak menunjukkan gejala fisik yang nyata (silent killer). Lakukan pemeriksaan rutin minimal 5 tahun sekali, atau lebih sering jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung.