“Sejuta umat” yang terbukti laris hanya di mobil Avanza. Itulah merek yang mendapat gelar “mobil sejuta umat”. Sedang pohon mangga ini didatangi bukan karena pohonnya, tapi karena pohon itu tumbuh di dalam reruntuhan benteng Holanda.
Tapi saya tidak menyesal ke pohon sejuta umat. Saya bisa dapat objek foto yang sangat indah, yang hanya bisa didapat bila memotretnya dari situ.
Saya menyebutnya itu pohon kehidupan. Pemilik rumah yang bepekarangan benteng itu bisa dapat tambahan penghidupan dari kotak yang ditunggu di bawah pohon itu.
Yang saya menyesal adalah: kalau saya tidak ke “kebun raya kenari”. Letaknya di tengah pulau. Di ketinggian. Harus menapaki jalan menanjak. Istilah “Kebun Raya Kenari” tidak dipromo. Saya baru tahu justru ketika tertarik ke promosi “ada rumah budaya” di dekatnya.
Sebelum sampai di “rumah budaya” saya justru melihat ada rerimbunan pala yang tidak biasa. Lebih teduh. Lebih rindang. Lebih indah. Menyenangkan. Kami pun ke situ. Kian dekat kian menarik. Apalagi setelah berada di tengah begitu banyak pohon kenari tua. Dengan bentuk akar-akarnya yang pipih-lebar di pangkal-pangkal pohonnya.
Akhirnya kami tertambat di situ. Seperti dikepung pohon-pohon raksasa.
Perut pun mendadak lapar. Alangkah nikmatnya makan di kerindangan kenari tua. Saya pun minta digojekkan nasi bungkus. Di makan di situ –sambil bersandar ke akar pohon kenari tua.
Kawasan ini belum punya nama marketing. Tidak bisa jadi omongan seperti pohon sejuta umat. Maka istilah Kebun Raya Kenari saya ciptakan sendiri. Sampai Anda menemukan nama lain yang lebih bernilai marketing.
Yang jelas, menurut saya, Kebun Raya Kenari adalah objek paling mempesona di Banda Besar. Saya berdoa tidak ada sejenis pesta babi di sini. Sayang tidak sedang musim durian. Di dalam Kebun Raya Kenari Tua itu terselip pohon durian tua. Amat tua. Amat tinggi. Amat besar.
Harusnya dicarikan pula nama yang bisa melegenda untuk sepasang durian tua itu. “Orang sini menyebutnya durian tembaga,” kata penduduk setempat. Durian tembaga adalah jenisnya. Bukan legendanya.