Fabio Di Giannantonio Akui Harus Berimprovisasi
Di sisi lain, Fabio Di Giannantonio mengaku manuvernya ke Acosta sebenarnya tidak direncanakan di tikungan terakhir tersebut. Rider Italia itu awalnya ingin menyerang di Tikungan 9, tetapi jaraknya terlalu jauh.
Karena kesempatan hampir habis, Di Giannantonio memutuskan melakukan improvisasi cepat menjelang akhir lap terakhir.
Ia bahkan mengaku teringat manuver serupa yang pernah dilakukan saat masih tampil di Moto3 pada 2018.
“Saya harus cari cara cepat untuk menyerang. Tiba-tiba saya ingat manuver lama waktu di Moto3, lalu saya coba lagi ke Pedro dan ternyata berhasil,” ujar Di Giannantonio.
Manuver itu akhirnya menjadi sangat penting karena memberinya tambahan posisi berharga untuk klasemen MotoGP musim ini.
Duel Acosta dan Diggia Diprediksi Berlanjut
Persaingan Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio kini diprediksi akan semakin panas pada seri berikutnya. Keduanya tampil agresif sepanjang musim dan sama-sama sedang berusaha mengamankan posisi terbaik di klasemen.
Le Mans pun menjadi bukti bahwa pertarungan di papan tengah MotoGP saat ini tidak kalah menarik dibanding perebutan kemenangan di depan.
Dengan karakter Acosta yang dikenal emosional dan penuh determinasi, balapan berikutnya dipastikan akan semakin menarik untuk disaksikan.
Penutup
MotoGP Prancis 2026 menghadirkan salah satu duel paling panas musim ini lewat pertarungan Pedro Acosta dan Fabio Di Giannantonio di lap terakhir. Manuver agresif Diggia sukses mengubah hasil akhir balapan, tetapi juga memunculkan rivalitas baru yang berpotensi semakin sengit pada seri berikutnya.
Komentar Acosta usai balapan menunjukkan bahwa ia belum melupakan momen tersebut. Persaingan keduanya kini menjadi salah satu cerita menarik yang layak dinantikan dalam lanjutan musim MotoGP 2026.
Referensi:
- “Pedro Acosta vows revenge after last-lap Le Mans MotoGP overtake” – Crash.net