Jorge Martin Jadi Sorotan di Le Mans
Meski Aprilia tampil kuat secara keseluruhan, performa Jorge Martin menjadi sorotan utama di MotoGP Prancis.
Pembalap asal Spanyol itu tampil luar biasa setelah memulai balapan dari posisi ketujuh. Dalam 10 lap terakhir, Martin mampu memangkas jarak lebih dari dua detik dari rekan setimnya, Marco Bezzecchi, sebelum akhirnya merebut kemenangan pertamanya bersama Aprilia di grand prix.
Bonora mengungkapkan bahwa peningkatan performa Martin datang setelah tes Jerez. Aprilia menemukan posisi berkendara yang lebih nyaman untuk sang pembalap, sekaligus melakukan beberapa penyesuaian setup dan elektronik motor.
Menurut Bonora, postur tubuh dan gaya balap Martin memang membutuhkan pendekatan berbeda dibanding Bezzecchi. Karena itu, Aprilia mencoba menyesuaikan RS-GP agar benar-benar cocok dengan karakter Martin.
Hasilnya langsung terlihat di Le Mans, ketika Martin tampil jauh lebih percaya diri dan agresif sepanjang balapan.
Marco Bezzecchi Masih Pimpin Klasemen
Meski kalah cepat dari Martin di Le Mans, Marco Bezzecchi masih memimpin klasemen sementara MotoGP 2026 dengan selisih satu poin menuju seri Barcelona pada 15–17 Mei.
Bonora mengakui Bezzecchi kesulitan menemukan feeling terbaik sepanjang akhir pekan di Le Mans, terutama pada area perubahan arah dan stabilitas motor di trek lurus panjang.
Aprilia sebenarnya terus mencoba mencari solusi sejak sesi latihan bebas hari Jumat. Namun menurut Bonora, Martin akhirnya menemukan kombinasi setup yang sedikit lebih baik dibanding rekan setimnya.
Faktor kepercayaan diri juga disebut menjadi pembeda utama dalam balapan tersebut.
Aprilia Belum Ingin Terlena
Dominasi Aprilia memang mulai memunculkan anggapan bahwa RS-GP kini menjadi motor terbaik MotoGP. Namun di internal tim, mereka justru memilih menjaga fokus dan tidak ingin terlalu cepat puas.
Sikap itu menunjukkan bahwa Aprilia memahami persaingan MotoGP bisa berubah sangat cepat. Ducati, KTM, hingga pabrikan Jepang masih terus melakukan pengembangan dan berpotensi bangkit kapan saja sepanjang musim.
Karena itu, Aprilia lebih memilih menjaga konsistensi performa dibanding sibuk memikirkan label motor terbaik.