Home Market Harga Sawit Masih Tertahan di 4.541 Ringgit, Trader Tunggu ‘Bom’ Data Stok Malaysia Pekan Depan
Market

Harga Sawit Masih Tertahan di 4.541 Ringgit, Trader Tunggu ‘Bom’ Data Stok Malaysia Pekan Depan

Bagikan
Harga sawit Malaysia tertahan di 4.541 ringgit per ton. Trader menunggu data stok MPOB yang diprediksi menggerakkan pasar.
Harga sawit Malaysia tertahan di 4.541 ringgit per ton. Trader menunggu data stok MPOB yang diprediksi menggerakkan pasar.
Bagikan

Persaingan antar minyak nabati terus memengaruhi pasar global. Sawit, minyak kedelai, dan berbagai vegetable oil lain saling berebut pangsa pasar di tengah perubahan permintaan industri makanan dan energi.

Kondisi geopolitik juga ikut memanaskan sentimen pasar. Harga minyak mentah dunia melonjak sekitar 1% setelah muncul bentrokan baru antara Amerika Serikat dan Iran. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas gencatan senjata yang masih rapuh.

Kenaikan harga minyak mentah biasanya memberikan dorongan tambahan bagi harga sawit. Sebab, CPO menjadi salah satu bahan baku utama biodiesel sehingga permintaannya dapat meningkat ketika harga energi fosil naik.

Ringgit Melemah, Sawit Jadi Lebih Kompetitif

Selain faktor energi dan stok, nilai tukar ringgit Malaysia juga ikut memengaruhi perdagangan sawit global.

Pada perdagangan Jumat, ringgit melemah 0,31% terhadap dolar Amerika Serikat. Pelemahan mata uang Malaysia itu membuat harga minyak sawit menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri yang menggunakan mata uang asing.

Kondisi tersebut biasanya membantu meningkatkan daya tarik ekspor CPO Malaysia di pasar internasional. Namun, pelaku pasar masih belum melihat dorongan yang cukup kuat untuk mengangkat harga secara signifikan sebelum data MPOB dirilis.

Analis Prediksi Harga Sawit Bisa Rebound

Dari sisi teknikal, analis Reuters Wang Tao menilai harga minyak sawit berpeluang mengalami rebound dalam waktu dekat.

Menurut dia, CPO diperkirakan dapat naik menuju level 4.563 ringgit per metrik ton setelah mampu bertahan di area support 4.482 ringgit.

Prediksi rebound tersebut memberi harapan bagi pelaku pasar setelah harga sawit mengalami tekanan dalam dua pekan terakhir. Meski begitu, arah pasar tetap sangat bergantung pada hasil laporan pasokan dan permintaan MPOB.

Jika data menunjukkan stok lebih rendah dari perkiraan pasar, maka harga CPO berpotensi menguat lebih agresif. Sebaliknya, apabila stok meningkat di atas ekspektasi, tekanan jual bisa kembali mendominasi perdagangan minyak sawit.

Pasar Sawit Global Masih Penuh Ketidakpastian

Saat ini pasar minyak sawit global masih bergerak di tengah kombinasi sentimen geopolitik, fluktuasi harga energi, pergerakan mata uang, dan perubahan permintaan minyak nabati dunia.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Market

Penjualan Leapmotor Melejit! Kirim 71 Ribu Mobil dalam Sebulan, Siap Tembus 1 Juta Unit di 2026

finnews.id – Produsen mobil listrik asal Tiongkok, Leapmotor, mencatat lonjakan penjualan yang...

Market

Pertalite Hilang di Sejumlah SPBU, Ternyata Ini Penyebabnya

finnews.id – Masyarakat belakangan dibuat penasaran setelah sejumlah SPBU Pertamina di Jakarta...

Harga minyak dunia melonjak setelah bentrokan baru Amerika-Iran memicu kekhawatiran pasokan global dan Selat Hormuz.
Market

Harga Minyak Tiba-Tiba Meledak, Ketegangan Amerika-Iran Bikin Pasar Panik Lagi

Penurunan tersebut dipicu laporan bahwa Amerika dan Iran hampir mencapai kesepakatan damai...

Harga emas naik 0,8% dan berpotensi menguat mingguan 2,4% di tengah optimisme kesepakatan AS-Iran.
Market

Harga Emas Melonjak Jelang Akhir Pekan, Pasar Yakin Kesepakatan AS-Iran Makin Dekat

Harga energi yang tinggi biasanya memicu inflasi. Kondisi itu kemudian meningkatkan kemungkinan...