Home Market Saham dan Mata Uang Asia Menggila! Kospi-Taiwan Cetak Rekor, IHSG Ikut Terbang
Market

Saham dan Mata Uang Asia Menggila! Kospi-Taiwan Cetak Rekor, IHSG Ikut Terbang

Bagikan
Saham dan mata uang Asia kompak menguat. Kospi dan Taiex cetak rekor baru, sementara IHSG ikut terbang 0,8%.
Ilustrasi
Bagikan

Meski demikian, masih ada beberapa persoalan penting yang belum selesai, termasuk tuntutan Washington agar Iran menghentikan program nuklir dan membuka kembali Selat Hormuz.

Pasar tetap mencermati perkembangan tersebut karena Selat Hormuz menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.

Harga Minyak Mulai Turun Tajam

Di tengah optimisme pasar, harga minyak dunia justru berbalik turun tajam pada Kamis pagi sekitar pukul 07.23 GMT.

Penurunan harga minyak memberi angin segar bagi negara-negara Asia yang selama ini terbebani kenaikan biaya impor energi.

Sentimen tersebut membuat indeks saham emerging market Asia versi MSCI melonjak 1,6% dan mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yang sempat tercapai pada sesi sebelumnya.

Bank Sentral Malaysia Tahan Suku Bunga

Dari Malaysia, indeks KLSE mempertahankan kenaikan 0,4% setelah Bank Negara Malaysia memutuskan menahan suku bunga acuan di level 2,75%.

Keputusan itu sesuai ekspektasi seluruh 28 ekonom dalam survei Reuters.

Namun, bank sentral Malaysia tetap memperingatkan adanya risiko ketidakpastian akibat konflik geopolitik global.

Ekonom senior ASEAN OCBC Bank, Lavanya Venkateswaran, menilai Bank Negara Malaysia saat ini lebih khawatir terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi dibanding tekanan inflasi.

“Secara umum, kami melihat BNM terdengar sedikit lebih khawatir terhadap pertumbuhan dibanding inflasi,” ujar Lavanya.

Won Korea dan Dolar Taiwan Perkasa

Mata uang Asia juga ikut menguat seiring meredanya ketegangan global.

Won Korea Selatan menguat ke level 1.449,1 per dolar AS dan mencatat penguatan empat sesi berturut-turut.

Dolar Taiwan naik 0,5% ke level 31,338, yang menjadi posisi tertinggi sejak awal Maret.

Dolar Singapura ikut naik 0,2% dan tercatat sudah melonjak 1,6% sepanjang tahun ini.

Strategist FX senior Maybank, Fiona Lim, mengatakan pemulihan mata uang Asia dipimpin won Korea Selatan yang sebelumnya mendapat dorongan dari reli sektor AI.

“Meski ada optimisme cukup besar terkait kemungkinan penyelesaian konflik AS-Iran, pasar masih belum sepenuhnya tenang terhadap skenario tersebut,” kata Fiona seperti dikutip Reuters.

Inflasi dan Harga Minyak Masih Jadi Ancaman

Meski pasar sedang optimistis, investor tetap mencermati risiko inflasi akibat lonjakan harga energi dalam beberapa waktu terakhir.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
IHSG melesat 1,15% ke level 7.174. BRIS jadi top gainer, sementara asing masih ramai jual BMRI dan BBCA.
Market

IHSG Ditutup Melonjak 1,15 Persen, BRIS hingga ICBP Bikin Investor Sumringah

Masuknya dana asing ke BBRI dan BBNI menunjukkan sektor perbankan besar masih...

Cara Kredit iPad Pro M4 di Marketplace, Gak Perlu Kartu Kredit dan Gajian Besar!
Market

Tinggalkan Marketplace, UMKM Beralih ke Website Sendiri

Website Mandiri Jadi Alternatif Dengan berbagai tekanan tersebut, sebagian pelaku usaha mulai...

Market

Liburan Unik di Kota Udang !! Metland Hotel Cirebon Tawarkan Aktivitas Panahan Gratis

finnews.id – Menghadirkan pengalaman menginap yang tidak biasa, Metland Hotel Cirebon kembali...

Market

Harga Tiket Konser Simple Plan 2026 di Jakarta dan Surabaya, Ini Detail Lengkapnya

finnews.id – Band pop-punk asal Kanada, Simple Plan, dipastikan akan kembali menyapa...