Peso Filipina dan baht Thailand memang menguat masing-masing 0,5% dan 0,19%. Namun sepanjang tahun ini, kedua mata uang tersebut masih melemah terhadap dolar AS.
Lonjakan harga minyak mendorong inflasi di Filipina dan Thailand mencapai level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Tekanan biaya impor energi juga mulai berdampak pada pertumbuhan ekonomi kawasan.
Data terbaru menunjukkan ekonomi Filipina hanya tumbuh 2,8% pada kuartal pertama, lebih rendah dibanding perkiraan analis sebesar 3,5%.
Kondisi itu menjadi sinyal bahwa tekanan harga energi global masih menjadi tantangan serius bagi emerging market Asia. (*)