Home Kurs Rupiah Tiba-Tiba Menguat! Sentimen Damai AS-Iran Bikin Dolar Melemah, Tapi Ada Sinyal Waspada
Kurs

Rupiah Tiba-Tiba Menguat! Sentimen Damai AS-Iran Bikin Dolar Melemah, Tapi Ada Sinyal Waspada

Bagikan
Rupiah menguat ke Rp17.387 setelah Trump bicara damai Iran. Dolar melemah, tapi ekonom mulai soroti data ekonomi RI.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS - Ilustrasi by ANTARA -
Bagikan

Selat Hormuz sendiri memiliki peran strategis karena menjadi jalur utama distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Setiap perkembangan di wilayah ini langsung berdampak pada pasar global, termasuk nilai tukar.

Dari Dalam Negeri, Optimisme Ekonomi Ikut Dorong Rupiah

Selain faktor global, sentimen domestik juga memberikan dorongan tambahan. Pemerintah menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I/2026 mencapai 5,61%.

Angka tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa perekonomian mulai bergerak lebih cepat dibandingkan periode sebelumnya.

“Pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan perekonomian Indonesia mulai menunjukkan percepatan pertumbuhan setelah mencatat kinerja positif pada kuartal I/2026,” ujar Ibrahim.

Pemerintah juga berkomitmen menjaga momentum ini melalui koordinasi dengan Bank Indonesia serta menyiapkan stimulus tambahan untuk mendorong aktivitas ekonomi.

Stimulus Disiapkan, Pemerintah Jaga Kepercayaan Pasar

Dalam waktu dekat, pemerintah berencana meluncurkan paket stimulus tambahan. Langkah ini bertujuan untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus menjaga kepercayaan pelaku pasar.

Dengan adanya stimulus tersebut, pemerintah berharap tren pertumbuhan dapat berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi dunia usaha.

Strategi ini menjadi penting, terutama di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Namun, Ekonom Mulai Angkat Alis Soal Data Pertumbuhan

Meski pemerintah optimistis, sejumlah ekonom mulai mempertanyakan validitas data pertumbuhan ekonomi 5,61% tersebut.

Salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang dirilis Bank Indonesia. Pada Maret 2026, IKK tercatat sebesar 122,9 basis poin, turun dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 127,0 basis poin.

Penurunan ini memunculkan pertanyaan tentang konsistensi antara data pertumbuhan ekonomi dan kondisi psikologis konsumen.

“Banyak ekonom yang mempertanyakan hasil perhitungan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2026 sebesar 5,61%,” tambah Ibrahim.

Rupiah Menguat, Tapi Risiko Masih Mengintai

Penguatan rupiah hari ini memang memberikan angin segar bagi pasar. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati berbagai faktor yang bisa mengubah arah pergerakan.

Bagikan
Written by
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho adalah Jurnalis ekonomi bisnis yang sudah malang melintang di berbagai platform media, mulai dari TV, koran, majalah hingga media siber. Saat ini merupakan pemimpin redaksi di jaringan FIN Media Group

Artikel Terkait
Kurs

Dolar AS Tertekan Sinyal Damai Washington-Teheran, Yen Jepang Meroket Tajam!

“Seperti yang telah saya katakan berulang kali, kami akan mengambil tindakan tegas...

Rupiah jatuh ke rekor terendah saat konflik AS-Iran memicu lonjakan minyak dan tekanan besar pada mata uang Asia.
Kurs

Rupiah Tembus Rekor Terendah! Konflik AS-Iran Bikin Mata Uang Asia Ambruk Serentak

Peso Filipina melemah 0,3% ke level 61,726 per dolar, mendekati rekor terendah...

KursMarket

Promo Spesial 5.5 Alfamart Hari Ini: Pesta Diskon Es Krim hingga Camilan Beli 2 Gratis 1

Bagi para penggemar camilan legendaris masa kecil, Alfamart menawarkan promo heboh Beli...

Kurs

Tabel KUR BRI 2026 Plafon Rp80 Juta Bebas Jaminan: Syarat, Cara Pengajuan, dan Simulasi Cicilan

Wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Aturan perbankan mensyaratkan dokumen pajak...