Catatan Dahlan Iskan

Bandit Sosial

Bagikan
Bagikan

Kusni berkomplot dengan sesama teman yang kecewa. Mereka tidak punya sumber penghasilan. Kusni pun pernah merampok salah satu orang terkaya Jakarta: Ali Badjened. Keturunan Arab. Yang dirampok tewas. Bersimbah darah di Jalan Wahid Hasyim, Kebon Sirih.

Komplotan Kusni berhasil ditangkap tapi Kusni sendiri lolos. Hasil rampokan itu, katanya, dibagi-bagikan ke sesama mantan pejuang yang tidak punya penghasilan.

Yang paling menghebohkan, Anda sudah tahu: Kusni Kasdut merampok 11 berlian di Museum Nasional/Museum Gajah di dekat Monas.

Hari itu Kusni dan komplotannya menyaru dengan berseragam polisi. Dua penjaga museum tidak curiga. Ketika temannya ”memeriksa” penjaga, Kusni masuk museum. Naik ke atas. Ia congkel kotak kaca tempat 11 berlian dipajang. Berlian ia ambil.

Akhirnya penjaga museum curiga dan ingin mencegah perampokan. Mereka ditikam komplotan Kusni Kasdut. Kusni sendiri kabur.

Sekali lagi mereka mengaku hasil rampokan untuk dibagikan ke teman-teman pejuang senasib. Teman-teman Kusni tertangkap. Akhirnya Kusni juga tertangkap. Dijatuhi hukuman mati.

Untuk mengejar semua jejak itu, Fajar berminggu-minggu di Jatim. Di Malang ia berkenalan dengan tukang ojek sepeda motor. Ke mana-mana Fajar diantar dengan naik motor. Ke Blitar, ke Surabaya, ke Probolinggo. Berhari-hari. Panas. Hujan. Kehausan. Kelaparan.

Di Probolinggo Fajar beruntung: menemukan makam Kusni Kasdut. Dari situ ditemukan juga rumah anak kedua Kusni: Bambang. Berjam-jam Fajar mewawancarai Bambang. Sampai tukang ojek curiga kok penumpangnya tidak muncul-muncul.

Dari Probolinggo Fajar kembali naik motor ke arah Malang. Di tengah jalan minta istirahat. Ia pun pinsan. Rasanya badan Fajar terlalu gemuk untuk kuat diajak naik motor ke berbagai kota seperti itu.

Waktu disertasinya selesai ditulis, Fajar ingin membagi kebahagiaan dengan sopir ojek di Malang itu. Ia WA si Ojek. Tapi hanya centang satu terus. Ia curiga. Ia tanyakan ke kenalan lain di Malang. Jawab kenalan itu: si tukang ojek sudah meninggal dunia.

Di saat dunia media tidak bisa diandalkan belakangan, Fajar kuliah S-2. Lalu S-3. Semuanya di UI.

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Kelapa Gading

Tentu penggarapannya akan sangat lama. Mungkin karena tidak sabar kemarin beredar video...

Catatan Dahlan Iskan

Istana Garuda

Saya lama berdiri di teras: menikmati keindahan dan kemegahannya. Lalu masuk ke...

Perjalanan ke IKN lewat tol baru, Dahlan Iskan soroti Masjid Negara hingga fasilitas yang dinilai belum maksimal
Catatan Dahlan Iskan

Langit Sumur

Oleh: Dahlan Iskan Jalan tol ke IKN sudah bisa dilewati: di hari...

Catatan Dahlan Iskan

Orang Kuat

Oleh: Dahlan Iskan Saya ke IKN lagi Selasa siang kemarin. Berarti sudah...