Menghadapi Tantangan Global Melalui Kolaborasi
Langkah perluasan konektivitas ini tentu berjalan di tengah berbagai tantangan industri penerbangan global. InJourney Airports terus merespons dinamika pasar agar mobilitas barang, logistik, dan penumpang tetap berjalan lancar.
“Sejalan dengan ini, InJourney Airports akan selalu merespons tantangan yang ada untuk memastikan konektivitas udara melalui peran Bandara tetap terjaga dan berkelanjutan,” tutur Pahlevi.
Tantangan yang saat ini muncul antara lain berasal dari dampak konflik Timur Tengah yang memicu tingginya harga avtur. Kondisi tersebut kemudian memengaruhi sentimen kenaikan harga tiket pesawat.
Untuk mengantisipasi tantangan tersebut, InJourney Airports terus menempuh sejumlah langkah penting:
-
Meningkatkan Kolaborasi: Mempererat kerja sama dengan maskapai penerbangan, regulator, operator bandara, dan pemangku kepentingan terkait untuk menyusun strategi pengembangan rute.
-
Menjaga Daya Saing: Mengoptimalkan layanan agar bandara terus menarik minat maskapai guna meningkatkan frekuensi rute serta menjaga kompetisi pasar yang sehat.
-
Ekspansi Pasar Internasional: Berpartisipasi aktif dalam ajang Routes Asia pada 14 – 16 April 2026 untuk memperluas jaringan di Asia Pasifik. Dalam ajang tersebut, pihak manajemen menggelar pertemuan strategis dengan 28 maskapai dan 16 bandara.
Dengan berbagai strategi matang ini, InJourney Airports optimistis dapat terus memajukan industri penerbangan nasional.
“Di pasar rute internasional, target kami dalam dua tahun menambah frekuensi penerbangan rute eksisting dan membuka rute-rute baru. Ini sebagai dasar membangun konektivitas penerbangan jarak jauh (long haul) secara langsung dari bandara-bandara di Indonesia,” tutup Pahlevi.