“Ancaman baru terhadap mobil-mobil Eropa menjelaskan mengapa banyak usaha kecil berharap untuk berhati-hati dengan tarif Trump. Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin memicu ancaman tarif berikutnya,” ujar Anthony dalam sebuah pernyataan tertulis.
Padahal, pada bulan April lalu, Kepala Perdagangan Uni Eropa Maros Sefcovic sempat terbang ke Washington untuk berunding dengan Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dan utusan perdagangan Jamieson Greer. Saat itu, Sefcovic mengeklaim bahwa pembicaraan berjalan ke arah yang positif.
Berdasarkan data tahun 2025 dari Asosiasi Produsen Mobil Eropa, Amerika Serikat merupakan pasar ekspor kendaraan baru terbesar kedua bagi Uni Eropa setelah Inggris, di mana lebih dari seperlima total ekspornya dikirim ke AS. Jerman sendiri tercatat mengekspor sekitar 450.000 unit kendaraan ke AS pada tahun 2024, meskipun angka pengiriman tersebut dilaporkan terus menurun sejak saat itu.