Namun, Singapura menjadi pengecualian. Indeks STI justru naik 0,6% setelah sebelumnya melemah selama enam sesi beruntun. Kenaikan ini didorong oleh kinerja kuat sektor perbankan, terutama setelah laporan laba kuartal pertama DBS Group melampaui ekspektasi pasar.
Kesimpulan: Pasar Masih Rentan Tekanan Global
Gejolak harga minyak dan ketegangan geopolitik menunjukkan betapa rapuhnya pasar keuangan saat ini. Rupiah dan IHSG menjadi contoh nyata bagaimana tekanan global bisa langsung berdampak ke domestik.
Jika harga energi terus tinggi dan risiko geopolitik meningkat, pasar emerging market Asia berpotensi menghadapi tekanan lanjutan. Investor pun perlu mencermati arah kebijakan dan perkembangan global dalam beberapa waktu ke depan. (*)
- analisis pelemahan mata uang emerging market Asia
- dampak kenaikan harga minyak terhadap IHSG
- efek suku bunga terhadap nilai tukar rupiah
- Ekonomi global
- emerging market Asia
- geopolitik Iran
- harga minyak dunia
- Headline
- hubungan geopolitik Iran dan harga minyak global
- IHSG turun
- indeks saham
- inflasi Indonesia
- kinerja saham teknologi Asia di tengah krisis global
- kondisi pasar saham Asia hari ini 2026
- Pasar Saham Asia
- penyebab rupiah melemah ke level 17385 per dolar
- proyeksi inflasi Indonesia 2026 terbaru
- rupiah melemah
- Suku Bunga BI