Menurutnya, tagihan impor energi yang lebih tinggi menciptakan dilema kebijakan. Di satu sisi, pemerintah harus menjaga stabilitas fiskal. Namun di sisi lain, tekanan eksternal terus meningkat.

Tan bahkan menaikkan proyeksi inflasi Indonesia pada 2026 menjadi 3,5% dari sebelumnya 3,0%. Ia juga memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga dua kali masing-masing 25 basis poin hingga mencapai 5,25% pada akhir tahun.

IHSG Ambles, Tekanan Berlanjut

Sejalan dengan pelemahan rupiah, IHSG ikut terperosok. Indeks saham utama Indonesia ini anjlok 2,5% dan menyentuh level terendah sejak 16 Maret.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif, dengan IHSG menuju pelemahan bulanan keempat secara beruntun. Kondisi ini menandakan tekanan yang belum mereda di pasar saham domestik.

Bursa Asia Kompak Melemah

Tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah bursa utama Asia juga mengalami koreksi. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,4%, sementara indeks Taiex Taiwan melemah 1%.

Lonjakan harga minyak dan kekhawatiran gangguan pasokan global berhasil mengalahkan sentimen positif dari sektor teknologi. Padahal, perusahaan teknologi mencatat kinerja yang sangat kuat.

Samsung Electronics mencatat lonjakan laba hingga 50 kali lipat, sementara raksasa teknologi AS juga melaporkan kinerja solid. Namun, sentimen positif ini tidak cukup kuat untuk menahan tekanan global.

Saham Teknologi Tetap Bersinar

Meski pasar tertekan, sektor teknologi tetap menunjukkan daya tahan. Permintaan berbasis kecerdasan buatan (AI) terus mendorong kinerja produsen chip.

Samsung tercatat melonjak 88,5% sepanjang tahun ini. Sementara itu, SK Hynix hampir menggandakan nilainya dengan kapitalisasi pasar mencapai USD625,75 miliar.

Di sisi lain, indeks saham Taiwan mencatat performa bulanan terbaik sejak Desember 2001. Kospi bahkan melonjak 30,6% sepanjang April, tertinggi sejak Januari 1998.

Asia Tenggara Ikut Tertekan, Singapura Jadi Pengecualian

Di kawasan Asia Tenggara, tekanan juga terasa. Indeks PSEI Filipina turun hingga 0,9% dan mengarah ke penurunan bulanan kedua berturut-turut. Indeks SET Thailand ikut melemah 0,4%.