Home Market Rupiah Tembus 17.385 dan IHSG Ambles 2,5 Persen! Gejolak Minyak Picu Kejatuhan Pasar Asia
Market

Rupiah Tembus 17.385 dan IHSG Ambles 2,5 Persen! Gejolak Minyak Picu Kejatuhan Pasar Asia

Bagikan
Rupiah jatuh ke 17.385 dan IHSG ambles 2,5% dipicu lonjakan harga minyak. Pasar Asia kompak melemah di tengah ketegangan global.
Ilustrasi
Bagikan

Menurutnya, tagihan impor energi yang lebih tinggi menciptakan dilema kebijakan. Di satu sisi, pemerintah harus menjaga stabilitas fiskal. Namun di sisi lain, tekanan eksternal terus meningkat.

Tan bahkan menaikkan proyeksi inflasi Indonesia pada 2026 menjadi 3,5% dari sebelumnya 3,0%. Ia juga memperkirakan bank sentral akan menaikkan suku bunga dua kali masing-masing 25 basis poin hingga mencapai 5,25% pada akhir tahun.

IHSG Ambles, Tekanan Berlanjut

Sejalan dengan pelemahan rupiah, IHSG ikut terperosok. Indeks saham utama Indonesia ini anjlok 2,5% dan menyentuh level terendah sejak 16 Maret.

Penurunan ini memperpanjang tren negatif, dengan IHSG menuju pelemahan bulanan keempat secara beruntun. Kondisi ini menandakan tekanan yang belum mereda di pasar saham domestik.

Bursa Asia Kompak Melemah

Tekanan tidak hanya terjadi di Indonesia. Sejumlah bursa utama Asia juga mengalami koreksi. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,4%, sementara indeks Taiex Taiwan melemah 1%.

Lonjakan harga minyak dan kekhawatiran gangguan pasokan global berhasil mengalahkan sentimen positif dari sektor teknologi. Padahal, perusahaan teknologi mencatat kinerja yang sangat kuat.

Samsung Electronics mencatat lonjakan laba hingga 50 kali lipat, sementara raksasa teknologi AS juga melaporkan kinerja solid. Namun, sentimen positif ini tidak cukup kuat untuk menahan tekanan global.

Saham Teknologi Tetap Bersinar

Meski pasar tertekan, sektor teknologi tetap menunjukkan daya tahan. Permintaan berbasis kecerdasan buatan (AI) terus mendorong kinerja produsen chip.

Samsung tercatat melonjak 88,5% sepanjang tahun ini. Sementara itu, SK Hynix hampir menggandakan nilainya dengan kapitalisasi pasar mencapai USD625,75 miliar.

Di sisi lain, indeks saham Taiwan mencatat performa bulanan terbaik sejak Desember 2001. Kospi bahkan melonjak 30,6% sepanjang April, tertinggi sejak Januari 1998.

Asia Tenggara Ikut Tertekan, Singapura Jadi Pengecualian

Di kawasan Asia Tenggara, tekanan juga terasa. Indeks PSEI Filipina turun hingga 0,9% dan mengarah ke penurunan bulanan kedua berturut-turut. Indeks SET Thailand ikut melemah 0,4%.

Bagikan
Artikel Terkait
WIKA catat margin operasi 9,1% dan utang turun Rp2,97 triliun di kuartal I-2026. Transformasi mulai tunjukkan hasil positif.
Market

WIKA Tancap Gas! Margin Operasi Naik 9,1 Persen, Utang Turun Triliunan di Kuartal I-2026

Dampaknya langsung terasa pada kinerja keuangan. Laba kotor tercatat naik 3% menjadi...

Rangkuman perdagangan 30 April 2026: IHSG turun 2,03% ke 6.956, asing net sell Rp1,5 triliun, saham big caps tertekan.
Market

Rangkuman Perdagangan 30 April 2026: IHSG Rontok ke 6.956, Asing Kabur Rp1,5 Triliun!

Arus dana keluar ini memberi tekanan signifikan terhadap indeks, terutama pada saham-saham...

Market

Gerai Matahari di Revo Mall Bekasi Tutup Permanen, Ini Penjelasan Manajemen

finnews.id – Gerai Matahari Department Store yang berlokasi di Revo Town Mall,...

Market

Harga Daihatsu Xenia 2016 Bekas Jelang Idul Adha 2026, Mulai Dari Rp 100 Jutaan

finnews.id – Menjelang momen Idul Adha, pasar mobil bekas kembali menunjukkan pergerakan...