Home Market Laba ISAT Melonjak di Awal 2026, Indosat Panen Rp1,49 Triliun Saat Pendapatan Tembus Rp15,22 Triliun
Market

Laba ISAT Melonjak di Awal 2026, Indosat Panen Rp1,49 Triliun Saat Pendapatan Tembus Rp15,22 Triliun

Bagikan
ISAT mencetak laba bersih Rp1,49 triliun pada kuartal I-2026, ditopang pertumbuhan pendapatan dua digit dan penguatan aset perseroan.
Logo Indosat
Bagikan

Kinerja ini menunjukkan pertumbuhan Indosat tidak hanya bertumpu pada ekspansi pendapatan, tetapi juga disertai penguatan profitabilitas.

Beban Naik, Tapi Tak Menghambat Momentum Pertumbuhan

Di tengah pertumbuhan bisnis, total beban perusahaan memang ikut meningkat menjadi Rp12,20 triliun, dari sebelumnya Rp10,78 triliun.

Namun kenaikan beban belum menggerus momentum laba. Perseroan justru tetap mencatat pertumbuhan bottom line yang sehat, menunjukkan efisiensi operasional masih terjaga.

Bagi investor, ini menjadi indikator penting bahwa pertumbuhan yang dicapai tidak hanya bersifat nominal, tetapi juga memiliki kualitas.

Aset Tembus Rp122 Triliun, Struktur Modal Kian Kokoh

Bukan hanya laba, neraca Indosat juga menunjukkan penguatan.

Total aset per 31 Maret 2026 meningkat menjadi Rp122,10 triliun, naik dari Rp118,62 triliun pada akhir Desember 2025.

Liabilitas juga bertambah dari Rp79,12 triliun menjadi Rp81,06 triliun. Namun kenaikan ini diiringi pertumbuhan ekuitas yang naik menjadi Rp41,03 triliun dari Rp39,50 triliun.

Penguatan ekuitas ini memberi sinyal fondasi modal perusahaan semakin solid untuk menopang ekspansi bisnis ke depan.

Laba Per Saham Naik, Sinyal Positif untuk Investor

Kinerja positif Indosat juga tercermin dari laba per saham dasar dan dilusian.

EPS perseroan naik menjadi Rp46,24 pada kuartal I-2026, dari Rp40,65 pada periode yang sama tahun lalu.

Kenaikan ini menjadi salah satu indikator yang banyak dicermati pasar karena mencerminkan peningkatan nilai bagi pemegang saham.

Di tengah volatilitas pasar, pertumbuhan EPS sering dibaca sebagai sinyal positif untuk prospek emiten.

ISAT Buka 2026 dengan Momentum Kuat

Kuartal pertama biasanya menjadi pijakan penting membaca arah bisnis sepanjang tahun. Dalam konteks itu, capaian Indosat memberi pesan kuat bahwa perseroan memulai 2026 dengan momentum yang menjanjikan.

Pertumbuhan pendapatan dua digit, lonjakan laba bersih, penguatan aset, serta kenaikan laba per saham menjadi kombinasi yang memperkuat optimisme pasar terhadap emiten berkode ISAT ini.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

Industri MICE Jadi Motor Pariwisata Indonesia, Ini Dampak Ekonominya

Di tingkat domestik, pergerakan wisatawan nusantara bahkan menembus angka 1,2 miliar perjalanan,...

Market

Imbas Kecelakaan Kereta, Penumpang LRT Jabodebek Terjadi Lonjakan Signifikan

finnews.id – Gangguan operasional kereta api yang terjadi di wilayah Bekasi, berdampak...

Market

Tinjau Destinasi Unggulan, Menteri Pariwisata Optimalkan Potensi Samosir

Dalam kesempatan tersebut, Menteri bahkan duduk di Batu Kursi Persidangan yang dahulu...

UEA keluar dari OPEC mulai 1 Mei 2026 memicu kekhawatiran pasar minyak global. Pengamat dorong reformasi migas untuk hadapi gejolak energi.
Market

UEA Keluar dari OPEC Bikin Pasar Minyak Waswas, Harga Energi Dunia Terancam Bergejolak

Menurutnya, tantangan global seperti keluarnya UEA dari OPEC menunjukkan pentingnya ketahanan energi...