Jika level ini ditembus, harga disebut berpotensi bergerak ke kisaran 4.408 hingga 4.440 ringgit per ton.

Artinya, level tersebut kini menjadi area yang diawasi ketat trader komoditas.

Pasar CPO Menunggu Pemicu Besar Berikutnya

Untuk saat ini, harga CPO terlihat stabil. Namun stabilitas itu berdiri di atas banyak tekanan yang bisa berubah cepat.

Lonjakan minyak mentah memberi dukungan, ekspor yang melemah memberi tekanan, sementara lonjakan produksi sawit Indonesia membuka babak baru bagi pasar.

Investor kini menunggu katalis berikutnya: apakah energi akan mendorong reli sawit lebih tinggi, atau pasokan yang melimpah justru menekan harga.

Satu hal yang jelas, pasar CPO sedang berada di titik sensitif dan arah berikutnya bisa ditentukan oleh satu sentimen besar berikutnya. (*)