Home Market Bank Dunia Alarm Bahaya! Harga Energi Diproyeksi Meledak 24 Persen, Inflasi dan Pangan Terancam Ikut Naik
Market

Bank Dunia Alarm Bahaya! Harga Energi Diproyeksi Meledak 24 Persen, Inflasi dan Pangan Terancam Ikut Naik

Bagikan
Bank Dunia proyeksikan harga energi naik 24 persen akibat perang Timur Tengah, memicu ancaman inflasi, lonjakan pangan, dan perlambatan ekonomi global.
Ilustrasi - Bank Dunia (dok.Global Financing Facility)
Bagikan

Bank Dunia memproyeksikan negara berkembang hanya tumbuh 3,6 persen pada 2026, lebih rendah dari proyeksi awal 4 persen sebelum perang.

Perlambatan ini mencerminkan kombinasi tekanan inflasi, mahalnya biaya pembiayaan, serta beban impor energi dan pangan yang meningkat.

Bagi banyak negara berkembang, situasi ini bisa menjadi ujian berat bagi stabilitas ekonomi dan fiskal.

Pasar Kini Waspadai Krisis Komoditas yang Lebih Luas

Proyeksi Bank Dunia menegaskan pasar kini tidak hanya melihat risiko pada minyak, tetapi pada krisis komoditas yang lebih luas.

Energi, pupuk, pangan, hingga logam industri bergerak dalam tekanan yang saling terhubung. Bila konflik Timur Tengah belum mereda, potensi guncangan lanjutan terhadap pasar global tetap terbuka.

Dengan harga energi diproyeksi melonjak 24 persen, pasar kini menilai perang Timur Tengah bukan sekadar konflik regional, tetapi ancaman besar bagi ekonomi dunia. (*)

 

Bagikan
Artikel Terkait
Ilustrasi pergerakan IHSG - Image by Gemini -
Market

IHSG Rebound ke 7.100, Saham Teknologi Ngegas! Ada 3 Rekomendasi Cuan Saat Asing Masih Kabur

Di tengah gejolak komoditas global, saham ini dipandang punya ruang menarik untuk...

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) membuka 2026 dengan kinerja yang mengejutkan pasar. Emiten tambang pelat merah itu membukukan laba bersih Rp3,4 triliun pada kuartal I-2026,
Market

ANTM Meledak di Kuartal I 2026, Laba Melonjak 176 Persen! Lonjakan Harga Nikel dan Emas Jadi Mesin Cuan

Namun untuk saat ini, kombinasi rebound emas, lonjakan harga nikel, dan ekspansi...

GOTO cetak laba perdana Rp258 miliar pada kuartal I 2026, EBITDA tembus Rp907 miliar, fintech melesat dan buyback jadi sentimen baru.
Market

GOTO Cetak Sejarah! Laba Perdana Kuartalan Rp258 Miliar, EBITDA Tembus Rp907 Miliar dan Buyback Jadi Katalis Baru

GOTO mulai memperlihatkan bahwa pertumbuhan dan profitabilitas dapat berjalan beriringan. Momentum ini...

Ringkasan perdagangan pagi 29 April 2026: Wall Street melemah, IHSG oversold, minyak tembus US$110 dan saham pilihan jadi sorotan investor.
Market

Wall Street Terkoreksi, IHSG Oversold, Minyak Tembus US$110 dan Saham Pilihan Jadi Sorotan

Kinerja ini ditopang kenaikan pendapatan bersih 26 persen dan lonjakan EBITDA disesuaikan...