Sementara di Sumatera Selatan, lokomotif ini difokuskan untuk angkutan barang. Beberapa layanan kereta terkenal seperti KA Bima dan KA Blambangan Ekspres juga mengandalkan lokomotif ini sebagai penarik utama.
Keunggulan utama CC206 terletak pada tenaga besar, efisiensi bahan bakar, serta desain dua kabin yang praktis. Sistem elektroniknya yang canggih turut mendukung kinerja yang stabil.
Tidak ketinggalan, klakson “Si Pu Ong” menjadi daya tarik tersendiri yang membuatnya mudah dikenali.
Namun demikian, lokomotif ini tidak sepenuhnya tanpa kendala. Salah satu masalah yang kerap muncul adalah, gangguan pada injektor akibat kotoran atau jelaga.
Selain itu, keterbatasan alat uji standar membuat proses perawatan lebih sering dilakukan setelah terjadi kerusakan, bukan secara preventif.
Meski begitu, CC206 tetap menjadi tulang punggung armada KAI. Dari total 150 unit yang dimiliki, hampir seluruhnya masih aktif beroperasi, dengan hanya satu unit yang sedang menjalani perawatan berat.
Di kalangan penggemar kereta api, CC206 memiliki tempat tersendiri berkat performa yang andal dan desain yang modern.
Popularitasnya bahkan merambah ke dunia koleksi, di mana miniatur lokomotif ini mendapatkan penilaian tinggi di berbagai platform e-commerce karena detail dan kualitasnya.