Catatan Dahlan Iskan

Guru Bimbel

Bagikan
Guru Bimbel
Bagikan

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺

UPDATE TERAKHIR TERKAIT PERANG AM-IS IRAN HARI INI.. Di perang modern, yang pertama berisik bukan ledakan, tapi istilah. Dua kata sering muncul: deterrence berjalan dan respons terbatas. 1) “Deterrence berjalan” artinya upaya mencegah lawan bertindak dengan menunjukkan kekuatan. Intinya sederhana, “jangan coba-coba, kami siap”. Tapi semua disampaikan dengan wajah tenang, seperti bankir yang tersenyum padahal pasar lagi gemetar. 2) Sementara “respons terbatas” berarti serangan yang sengaja dibatasi skalanya. Tidak total, tidak habis-habisan. Tujuannya bukan perang besar, tapi mengirim pesan. Bahasa kasarnya: “kami balas, tapi belum serius”. Dalam geopolitik, ini seperti tamparan diplomatis, bukan pukulan KO. Di lapangan, perang narasi tetap dominan. Satu pihak menyebut stabilitas, pihak lain menyebut eskalasi terkendali. Publik global membaca dua versi kebenaran sekaligus, seperti menonton film dengan dua subtitle berbeda. Saat gencatan senjata, kedua pihak tidak benar-benar diam. 1) Amerika menjaga kesiapan logistik dan rotasi pasukan di kawasan. 2) Iran memperkuat posisi pertahanan dan jaringan pengaruh regionalnya. Angka pasukan tidak pernah benar-benar pasti, karena berubah cepat dan jarang dibuka penuh. Di dunia ini, bahkan diam pun punya strategi. Dan jeda pun sering hanya cara lain untuk bersiap bicara lebih keras.

Bahtiar HS

Saya punya anak 10, tdk satupun yg pakai helm pengaman spt itu. Aman2 aja. Tp Alhamdulillah, kami pernah jumpa ahli pendidikan & perkembangan anak2 dari Singapura. Muridnya Glen Dolmen. Beliau biasa dipanggil Uncle M. Kalau lg di Sby, beliau menginap di rumah kami. Banyak ilmu dari beliau. Salah satunya, masa 0-6 tahun adalah masa goldern age bagi anak2 dimana otak berkembang hingga 90-95%. Jangan sampai ada yg menghambat perkembangan otak anak dlm masa ini. Maka sejak bayi umur 3 hari, anak sy yg ke-5 (waktu baru kenal Uncle M), sdh mulai sy tidurkan tengkurap. Ini membantu perkembangan otak bayi ke belakang krn kepalanya tidak terhambat. Tentu kepalanya perlu dimiringkan kiri/kanan. Di samping merangsang si bayi utk belajar mengangkat kepalanya. Hasilnya, kepala anak jadi membesar, bunder ser. Volume otaknya berkembang secara maksimal tanpa hambatan lemek, selimut, bantal, dll. Tidak spt anak pada umumnya yang bagian belakang kepalanya biasanya trepes (kata orang Jawa). Maka sejak itulah, anak2 sy hingga yg ke-10 sy perlakukan demikian, shg kepala mereka besar2. Mudah2an dg begitu, volume otaknya lbh besar shg bs menampung “ilmu” lbh banyak. Dan katanya 75% kecerdasan anak berasal dari ibunya. Maka penting utk mencari istri tdk hanya shalihah, tp juga yg cerdas. Agar melahirkan generasi yg cerdas. Ilmu yg begini ini kok ya dapatnya pas anak sudah 4. Nambah anak msh ok. Nambah yg cerdas2 ini yg ckp panjang birokrasinya. Apalagi bs dpt yg 7i sekalian :))

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Fisika Arco

Kira-kira di pinggir sungai itu ada gak ya yg jualan joran pancing...

Jejak Great Canal di Huai An mengungkap hubungan peradaban, literasi, dan kemakmuran yang tumbuh dari air kanal hingga melahirkan banyak orang sukses.
Catatan Dahlan Iskan

Air Pohon

Oleh: Dahlan Iskan Di depan orang Huai An saya pun berkata: “akhirnya...

Catatan Dahlan Iskan

Da Yunhe

Johan Orang Amerika boleh saja berdiskusi bagaimana cara AS mempertahankan kejayaannya. Tapi...