Catatan Dahlan Iskan

Guru Bimbel

Bagikan
Guru Bimbel
Bagikan

djokoLodang

*) kata Abah kemarin, yang tidak miskin itu anaknya orang kaya. Tapi, lanjut Abah, yang lebih bahagia darpada anak orang kaya adalah cucu orang kaya. Anak orang kaya masih suka ditegur oleh bapaknya. Sedangkan cucu orang kaya tidak. Malah cenderung dituruti kemauannya. —

Wilwa

Konon di Scandinavians berani bertanya dan rasa ingin tahu didorong di dalam kelas. Hasilnya adalah sikap kritis. Tak heran kalau science maju dan scientist dihargai. Tapi ada tapinya. Muncul fenomena sedikitnya orang yang aktif dalam kegiatan keagamaan. Agama seringkali hanya dibutuhkan saat ada yang menikah atau ada yang mati. Itu dampak logis. Ketika science menguat maka religion melemah. Saya tanya AI mengenai religion di Swedia salah satu negara Scandinavians. Jawabannya begini; Sweden is one of the world’s most secular countries, with high rates of irreligion. Although 53-70% of them remain members of the Church of Sweden, they often treating it as cultural, rather than theological, affiliation. Daily religious life is rare. Many Swedes are passive members of the Church of Sweden. Membership is often for cultural or social reasons (e.g. weddings, burials) rather than active faith. Only about 6% of Church of Sweden members are active, attending services at least once a month. Only about 10% of Swedes consider religion important in daily life. Approximstely 37,9% report having no religion. Despite low levels of religious belief, Sweden often maintains high trust in governmental institutions and low crime rates.

Bahtiar HS

Bah, kalau ada yg komen kok tulisan CHD-nya pendek, termasuk di edisi hari ini, santai aja. Kata bijak bestari, العلم ببركته لا بكثرته Ilmu itu yang penting keberkahannya, bukan panjangnya atau banyaknya. Ilmu yang bermanfaat itu adalah ilmu yang penuh keberkahan, bukan sekedar tumpukan informasi tapi tak berguna. Jadi yang panjang belum tentu berkah, yang pendek belum tentu tidak berkah. Yang panjang belum tentu enak dan nyaman, yang pendek juga belum tentu tidak tokcer. Wis gitu aja, nggak usah diterus2kan. Hanya saja yg merasa pendek dan nggak tokcer, perlu konsultasi ke Pak Agus :))

Bagikan
Written by
Ari Nur Cahyo

Penulis di FIN Corp sejak Maret 2022 yang fokus mengeksplorasi dunia Teknologi, Sepak Bola, dan Anime. Memiliki ketertarikan kuat pada isu-isu viral, ia berkomitmen menghadirkan konten yang segar, informatif, dan relevan dengan tren masa kini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Helm Anak

Agus Suryonegoro III – 阿古斯·苏约诺 KANAL 1.800 KM DAN TENAGA MANUSIA.. Saya...

Catatan Dahlan Iskan

Fisika Arco

2. Luòyáng (洛阳), 3. Chángshā (长沙), bukankah sejak Zaman Dahulu, kota-kota tersebut...

Jejak Great Canal di Huai An mengungkap hubungan peradaban, literasi, dan kemakmuran yang tumbuh dari air kanal hingga melahirkan banyak orang sukses.
Catatan Dahlan Iskan

Air Pohon

Oleh: Dahlan Iskan Di depan orang Huai An saya pun berkata: “akhirnya...

Catatan Dahlan Iskan

Da Yunhe

gubernur kota Berapa banyak study conprehensive yang menyimpulkan suatu negara bisa maju...