Home Kurs Rupiah Menguat Tipis di Tengah Isu Damai Iran–AS, Ini Faktor Pendorongnya
Kurs

Rupiah Menguat Tipis di Tengah Isu Damai Iran–AS, Ini Faktor Pendorongnya

Bagikan
Rupiah menguat tipis ke Rp17.214 per dolar AS saat pasar mengabaikan kebuntuan AS-Iran, namun analis mengingatkan risikonya masih tinggi.
Ilustrasi
Bagikan

finnews.id – Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan taringnya di pasar keuangan global. Pada penutupan perdagangan hari ini, rupiah tercatat menguat 18 poin atau 0,10 persen ke level Rp17.211 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp17.229 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi di tengah dinamika geopolitik global yang mulai mereda, khususnya terkait hubungan antara Iran dan Amerika Serikat.

Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menilai sentimen positif datang dari potensi dibukanya kembali jalur diplomasi antara Iran dan AS.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, dijadwalkan melakukan kunjungan ke Islamabad untuk membahas kelanjutan proposal perdamaian dengan AS, setelah negosiasi sebelumnya mengalami kebuntuan.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump disebut menerima proposal baru dari Iran, termasuk rencana membuka kembali jalur strategis energi global.

Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia

Ketegangan sebelumnya sempat memicu kekhawatiran pasar, terutama setelah insiden militer di Selat Hormuz.

Selat ini merupakan jalur vital yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dunia. Gangguan di kawasan tersebut sempat membuat arus distribusi energi global tersendat.

“Dalam 24 jam terakhir, hanya lima kapal yang melintas, termasuk satu kapal tanker Iran. Ini menunjukkan betapa krusialnya situasi di sana,” ujar Ibrahim.

Data BI Ikut Menguat

Sejalan dengan pergerakan pasar, kurs referensi Bank Indonesia melalui Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) juga mencatat penguatan tipis ke level Rp17.277 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.278.

Penguatan rupiah ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi nasional. Namun, pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik global, terutama terkait kelanjutan negosiasi Iran dan AS.

Jika pembicaraan damai benar-benar terealisasi, bukan tidak mungkin rupiah akan kembali melanjutkan tren penguatannya dalam waktu dekat.

Rupiah berhasil menguat di tengah sentimen global yang mulai membaik. Faktor geopolitik, khususnya isu perdamaian Iran-AS dan stabilitas jalur minyak dunia, menjadi kunci utama pergerakan mata uang Garuda hari ini.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
Kurs

Dolar AS Bergerak Stabil: Investor Pantau Negosiasi AS-Iran dan Rencana Suku Bunga Bank Sentral

finnews.id – Dolar AS stabil pada hari Senin karena harapan yang goyah...

Rupiah menguat tipis ke Rp17.214 per dolar AS saat pasar mengabaikan kebuntuan AS-Iran, namun analis mengingatkan risikonya masih tinggi.
Kurs

Rupiah Rebound Saat Pasar Abaikan Drama AS-Iran, Tapi Ada Alarm yang Belum Padam

finnews.id – Nilai tukar rupiah membuka pekan dengan penguatan tipis, meski tensi...

Kurs

IHSG Berpotensi Sideways Pekan Ini, Pasar Pantau Sinyal Suku Bunga The Fed dan ECB

finnews.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI)...

Dolar AS kehilangan tenaga usai sinyal dovish menguat, pasar mulai berspekulasi soal pemangkasan suku bunga The Fed.
Kurs

Dolar AS Melemah, Sinyal The Fed Berubah? Pasar Mulai Bersiap untuk Era Suku Bunga Lebih Rendah

finnews.id – Dolar Amerika Serikat mulai kehilangan tenaga. Di tengah gejolak geopolitik...