Sentimen geopolitik juga ikut memainkan peran besar.
Dolar kembali tertekan setelah muncul optimisme pembicaraan damai antara Amerika Serikat dan Iran bisa kembali dibuka.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi dijadwalkan berada di Islamabad untuk membahas proposal pembukaan kembali dialog dengan Washington.
Di saat yang sama, Presiden Donald Trump disebut berencana mengirim utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk bertemu Araqchi, meski waktu pertemuan belum dipastikan.
Harapan meredanya konflik ikut mengurangi permintaan terhadap dolar sebagai aset aman.
Namun pasar belum sepenuhnya berani mengambil posisi besar.
Lou Brien, ahli strategi DRW Trading Chicago, menilai ketidakpastian masih terlalu tinggi.
“Saat ini sulit mengambil posisi karena kita tidak tahu arah situasi ini,” katanya.
Menurut Brien, tanpa deklarasi damai yang jelas, pasar kemungkinan akan bergerak menunggu dampak nyata, terutama jika perang memicu gangguan energi global.
Pasar Menanti Pekan Sibuk Bank Sentral Dunia
Perhatian investor kini juga mengarah ke agenda besar pekan depan saat sejumlah bank sentral utama mengumumkan kebijakan.
Federal Reserve, Bank of Japan, Bank Sentral Eropa, dan Bank of England akan menjadi sorotan utama.
Pasar mulai menilai fase berikutnya tak lagi hanya soal perang Iran, melainkan divergensi kebijakan moneter global.
Buffam menilai tema itu berpotensi menjadi penggerak baru pasar.
“Ke depan, fokus pasar akan beralih dari perang Iran ke divergensi kebijakan bank sentral, di mana The Fed kemungkinan melonggarkan kebijakan, sementara bank sentral lain justru menaikkan suku bunga,” ujarnya.
The Fed diperkirakan menahan suku bunga pada pertemuan mendatang, di tengah risiko inflasi dari konflik Timur Tengah dan ekonomi AS yang masih relatif kuat.
Namun perhatian investor justru tertuju pada sinyal lanjutan apakah pemangkasan bunga mulai mendekat.
Eropa dan Jepang Bisa Jadi Penentu Arah Berikutnya
Dinamika tak hanya datang dari Amerika.
Bank Sentral Eropa diperkirakan mempertahankan suku bunga deposito pada 30 April, namun lebih dari separuh ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan kenaikan pada Juni.
- analisis pasar forex akibat konflik Iran
- Bank of Japan
- Bank Sentral Eropa
- dampak pergantian Jerome Powell terhadap dolar
- Dolar AS
- dolar AS melemah karena sinyal dovish The Fed
- Headline
- Jerome Powell
- kebijakan bank sentral global dan pergerakan dolar AS
- Kevin Warsh
- kurs dolar hari ini
- pasar keuangan global
- peluang penurunan suku bunga The Fed 2026
- perang iran
- suku bunga AS
- The Fed