Tentu saja, BI tidak sembarangan melepas kendali. Perbankan yang ingin ikut serta harus memenuhi empat syarat ketat. Salah satunya, bank dilarang menjual NDF valas ke afiliasi bank luar negeri dan wajib menggunakan Rupiah DNDF untuk menjaga posisi mereka. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan “benteng pertahanan” yang lebih solid bagi Rupiah tanpa harus mencekik likuiditas perbankan di dalam negeri.
SRBI Jadi Primadona: Asing Borong Triliunan Rupiah!
Strategi “Pro-Market” yang BI usung ternyata membuahkan hasil manis di sektor instrumen sekuritas. Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sukses menarik minat investor global dengan aliran modal masuk (inflow) mencapai Rp54,3 triliun atau sekitar US$3,2 miliar sepanjang tahun ini. Angka ini sangat kontras dengan pasar saham (IHSG) dan obligasi pemerintah (INDOGB) yang justru mencatat arus keluar (outflow) masing-masing US$2,3 miliar dan US$1,2 miliar.
Demi menjaga aliran modal ini tetap mengalir, BI berencana mempertahankan imbal hasil (yield) SRBI di level yang menarik. Rata-rata yield SRBI bahkan sudah merangkak naik 84 bps sepanjang tahun menjadi 5,74%. Meski suku bunga SRBI tinggi, BI menegaskan bahwa likuiditas secara keseluruhan tetap longgar dan akomodatif demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Kapan Suku Bunga Turun? Pantau Gerak-gerik Donald Trump
Bagi Anda yang menantikan bunga kredit turun, sepertinya harus lebih bersabar. Ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga saat ini terlihat sangat sempit. Meskipun proyeksi awal ada penurunan 50 bps di tahun 2026, kini pasar mulai realistis memperkirakan tidak akan ada pemotongan suku bunga tahun ini akibat lemahnya posisi mata uang kita.
Namun, ada secercah harapan dari Amerika Serikat. Pernyataan terbaru Donald Trump yang mendesak penurunan suku bunga segera di bawah kepemimpinan Fed yang baru bisa menjadi katalis positif. Jika Bank Sentral AS (The Fed) memangkas bunga dua kali, maka Dolar AS akan melemah dan imbal hasil obligasi AS (UST yield) akan turun. Kondisi inilah yang ditunggu BI untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat tahun 2026 nanti. (*)
- Bank Indonesia
- BI Rate
- dampak keputusan bi rate april 2026 terhadap rupiah
- Dolar AS
- Ekonomi Nasional
- Headline
- Investasi
- kebijakan moneter
- nilai wajar rupiah berdasarkan model beer 2026
- pengaruh kebijakan donald trump pada ekonomi indonesia
- prospek pemangkasan suku bunga bi rate 2026
- Rupiah
- SRBI
- strategi intervensi non-spot bank indonesia terbaru
- suku bunga
- Suku Bunga BI April 2026