Home Kurs Rupiah ‘Salah Harga’ 8,5 Persen! BI Tahan Suku Bunga 4,75% dan Rilis Senjata Rahasia, Sinyal Bahaya atau Peluang?
Kurs

Rupiah ‘Salah Harga’ 8,5 Persen! BI Tahan Suku Bunga 4,75% dan Rilis Senjata Rahasia, Sinyal Bahaya atau Peluang?

Bagikan
Rupiah keok, Bank Indonesia ambil langkah ekstrem! BI tahan suku bunga 4,75% dan luncurkan senjata baru demi selamatkan mata uang garuda.
Ilustrasi Rupiah
Bagikan

Tentu saja, BI tidak sembarangan melepas kendali. Perbankan yang ingin ikut serta harus memenuhi empat syarat ketat. Salah satunya, bank dilarang menjual NDF valas ke afiliasi bank luar negeri dan wajib menggunakan Rupiah DNDF untuk menjaga posisi mereka. Kebijakan ini diharapkan mampu menciptakan “benteng pertahanan” yang lebih solid bagi Rupiah tanpa harus mencekik likuiditas perbankan di dalam negeri.

SRBI Jadi Primadona: Asing Borong Triliunan Rupiah!

Strategi “Pro-Market” yang BI usung ternyata membuahkan hasil manis di sektor instrumen sekuritas. Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sukses menarik minat investor global dengan aliran modal masuk (inflow) mencapai Rp54,3 triliun atau sekitar US$3,2 miliar sepanjang tahun ini. Angka ini sangat kontras dengan pasar saham (IHSG) dan obligasi pemerintah (INDOGB) yang justru mencatat arus keluar (outflow) masing-masing US$2,3 miliar dan US$1,2 miliar.

Demi menjaga aliran modal ini tetap mengalir, BI berencana mempertahankan imbal hasil (yield) SRBI di level yang menarik. Rata-rata yield SRBI bahkan sudah merangkak naik 84 bps sepanjang tahun menjadi 5,74%. Meski suku bunga SRBI tinggi, BI menegaskan bahwa likuiditas secara keseluruhan tetap longgar dan akomodatif demi mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Kapan Suku Bunga Turun? Pantau Gerak-gerik Donald Trump

Bagi Anda yang menantikan bunga kredit turun, sepertinya harus lebih bersabar. Ruang bagi BI untuk memangkas suku bunga saat ini terlihat sangat sempit. Meskipun proyeksi awal ada penurunan 50 bps di tahun 2026, kini pasar mulai realistis memperkirakan tidak akan ada pemotongan suku bunga tahun ini akibat lemahnya posisi mata uang kita.

Namun, ada secercah harapan dari Amerika Serikat. Pernyataan terbaru Donald Trump yang mendesak penurunan suku bunga segera di bawah kepemimpinan Fed yang baru bisa menjadi katalis positif. Jika Bank Sentral AS (The Fed) memangkas bunga dua kali, maka Dolar AS akan melemah dan imbal hasil obligasi AS (UST yield) akan turun. Kondisi inilah yang ditunggu BI untuk mulai melonggarkan kebijakan moneternya pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat tahun 2026 nanti. (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Bank Indonesia beri sinyal hawkish! Suku bunga acuan berpotensi naik 25 bps pada Mei 2026 demi jaga rupiah dan inflasi.
Kurs

BI Beri Kode Hawkish, Siap-Siap Bunga Acuan Bakal Terbang di Mei?

Kebijakan hawkish ini menjadi langkah antisipatif sebelum badai benar-benar datang. Bagi Anda...

Kurs

Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.181 per Dolar AS, Akibat Beban Utang dan Tekanan Ketidakpastian Global

Pelaku pasar kini menanti perkembangan negosiasi geopolitik serta langkah kebijakan pemerintah dalam...

Rupiah melemah ke Rp17.161 setelah Iran tolak runding dengan AS di Pakistan. Investor tunggu hasil RDG BI di tengah blokade Selat Hormuz oleh Trump
Kurs

Iran Kabur dari Meja Perundingan, Rupiah Langsung Nyungsep ke Level Rp17.161 Per Dolar AS

Trump memang menunda serangan militer baru sebagai respons atas permintaan pemerintah Pakistan,...

Dolar AS capai level tertinggi sepekan akibat konflik AS-Iran di Selat Hormuz dan data ekonomi AS yang kuat. Euro dan Yen Jepang melemah tajam!
Kurs

Dolar AS Ngamuk ke Level Tertinggi! Euro dan Yen Babak Belur Gara-Gara Selat Hormuz Makin Mencekam

Kondisi ekonomi yang terus tancap gas ini membuat peluang pemangkasan suku bunga...