“KAI siap mendukung penuh pengembangan dryport ini melalui penyediaan jaringan dan layanan angkutan barang berbasis rel yang andal, efisien, dan berkelanjutan,” Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin.
Proyek ini dijadwalkan mulai memasuki tahap pembangunan pada pertengahan 2026 dan akan dikembangkan secara bertahap hingga beberapa tahun ke depan.
“Integrasi antara kawasan industri dan jaringan kereta api akan memberikan nilai tambah signifikan bagi para pelaku industri,” ucapnya.
Kehadirannya tidak hanya berdampak pada sektor logistik, tetapi juga diperkirakan membuka peluang investasi baru serta menciptakan lapangan kerja di wilayah sekitar.