Home Market Bursa Pagi 23 April 2026: Wall Street Cetak Rekor Gila saat Rupiah Jadi Pecundang Dunia, Siap-Siap Serok Dividen ASII!
Market

Bursa Pagi 23 April 2026: Wall Street Cetak Rekor Gila saat Rupiah Jadi Pecundang Dunia, Siap-Siap Serok Dividen ASII!

Bagikan
Wall Street rekor, tapi Rupiah terburuk di dunia! Cek nasib IHSG Bursa Pagi 23 April 2026, dividen ASII, hingga manuver Prajogo Pangestu di BRPT.
Wall Street rekor, tapi Rupiah terburuk di dunia! Cek nasib IHSG Bursa Pagi 23 April 2026, dividen ASII, hingga manuver Prajogo Pangestu di BRPT.
Bagikan

finnews.id – Pasar keuangan global sedang tidak baik-baik saja bagi mereka yang penakut! Bursa Pagi 23 April 2026 dibuka dengan kontras yang sangat tajam. Di satu sisi, Wall Street baru saja berpesta pora merayakan rekor tertinggi sepanjang masa. Namun di sisi lain, nilai tukar Rupiah justru menyandang gelar menyedihkan sebagai mata uang dengan performa paling buruk di dunia bulan ini. Apakah IHSG sanggup bertahan di tengah gempuran sentimen ini?

Pelaku pasar global kini berada dalam mode risk-on yang sangat agresif. Laporan laba emiten kuartal I (Q1) yang ciamik menjadi bahan bakar utama. Data menunjukkan 80% perusahaan dalam indeks S&P 500 berhasil melampaui estimasi analis. Tak hanya itu, angin segar datang dari Timur Tengah seiring keputusan Amerika Serikat dan Iran memperpanjang gencatan senjata tanpa batas waktu. Sentimen ini sukses membuat indeks S&P 500 naik 1% dan Nasdaq 100 meroket 1,6%.

Bursa Asia Membara, Teknologi dan AI Jadi Primadona

Demam reli saham teknologi dan kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat langsung menular ke pasar Asia. Pagi ini, bursa Jepang dan Korea Selatan dibuka hijau royo-royo, masing-masing menguat 0,6% dan 1,9%. Bagi investor lokal, penguatan bursa regional ini biasanya menjadi katalis positif bagi pergerakan indeks harga saham gabungan di awal perdagangan.

Namun, waspadalah pada sektor komoditas. Harga minyak mentah WTI melonjak 3,4% ke level $93 per barel. Kenaikan harga emas hitam ini dipicu oleh buntuya negosiasi lanjutan antara AS-Iran serta lonjakan ekspor minyak Negeri Paman Sam ke level tertinggi baru. Di sektor mineral, nikel juga merangkak naik 1,5% ke posisi $18.500 per ton akibat kelangkaan bahan baku sulfur.

BI Tahan Suku Bunga: Rupiah di Ujung Tanduk?

Dari dalam negeri, Bank Indonesia (BI) mengambil keputusan krusial dengan mempertahankan suku bunga acuan BI7DRR di level 4,75%. Langkah ini diambil di tengah tekanan hebat pada mata uang Garuda yang kembali menyentuh level terendah sepanjang sejarah. BI berjanji akan melakukan intervensi lebih besar di pasar untuk menstabilkan kurs.

Bagikan
Artikel Terkait
Market

KAI Hentikan Perjalanan KA Siliwangi, Ini Fakta di Baliknya

finnews.id – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung resmi menghentikan...

Market

Siap-siap! Tarif Tol Bakal Kena PPN, Biaya Perjalanan Tambah Mahal

finnews.id – Kabar penting bagi para pengguna jalan tol di Indonesia. Pemerintah berencana...

Market

Harga Pangan Nasional April 2026: Cabai Rawit Merah dan Telur Ayam Masih Tinggi

finnews.id – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional merilis data terbaru...

Market

Harga Pangan Hari Ini Bikin Kaget! Kompak, Semua Jenis Naik Termasuk Telur hingga Daging

finnews.id – Harga kebutuhan pokok kembali menunjukkan tren panas. Data terbaru dari Pusat...