“Peningkatan ini mencerminkan tren kenaikan aktivitas penerbangan haji serta kesiapan perusahaan dalam mengantisipasi dinamika kebutuhan energi sektor aviasi,” jelas Roberth.
Digitalisasi untuk Pengisian Pesawat yang Lebih Akurat
Tak hanya soal stok, Pertamina Patra Niaga juga membawa teknologi terbaru ke apron bandara. Mereka mengoptimalkan sistem Digital Ground Operation (DGO) untuk memantau proses pengisian bahan bakar ke pesawat maskapai seperti Garuda Indonesia dan Saudia.
Sistem digital ini memungkinkan validasi transaksi terjadi secara real-time. Jadi, proses distribusi tidak hanya lebih cepat dan efisien, tetapi juga lebih transparan dan dapat terlacak dengan baik (traceability). Penggunaan teknologi ini juga memperkuat akuntabilitas layanan perusahaan.
“Langkah ini juga sekaligus menjadi bagian dari peran strategis Pertamina Patra Niaga dalam memperkuat kehadiran negara melalui layanan energi yang andal, serta mendukung kelancaran ibadah haji masyarakat Indonesia,” pungkas Roberth.
Melalui persiapan matang dan dukungan teknologi digital, Pertamina Patra Niaga berharap seluruh rangkaian penerbangan haji 2026 dapat berjalan tanpa kendala, sehingga jamaah bisa fokus menjalankan ibadah dengan tenang.