finnews.id – Badai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi resmi menghantam Indonesia per 18 April 2026. Keputusan PT Pertamina (Persero) menaikkan harga Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex secara drastis memicu guncangan hebat di pasar energi nasional. Kondisi ini pun diprediksi akan mengubah peta konsumsi otomotif tanah air dalam waktu singkat.
Kenaikan harga yang sangat signifikan ini merupakan buntut dari gejolak harga minyak mentah dunia. Ketegangan geopolitik yang memanas antara Iran dengan Amerika Serikat-Israel di Timur Tengah menjadi pemicu utama yang memaksa pemerintah melakukan penyesuaian harga di level domestik.
Konsumen Kelas Atas Mulai Lirik Kendaraan Listrik
Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira Adhinegara, mengamati bahwa fenomena ini akan mendorong migrasi besar-besaran. Kelompok masyarakat menengah ke atas yang selama ini mengandalkan BBM berkualitas tinggi diprediksi akan segera beralih ke kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV).
“Untuk kelompok menengah ke atas yang biasa mengonsumsi Pertamax Turbo atau Pertamina Dex, ada kecenderungan memang beralih ke mobil listrik atau EV,” ungkap Bhima saat memberikan analisisnya di Jakarta.
Langkah migrasi ini bukan tanpa alasan. Penggunaan kendaraan listrik dinilai jauh lebih efisien dan ramah lingkungan di tengah biaya operasional kendaraan konvensional yang kian mencekik dompet akibat kenaikan harga bahan bakar fosil.
Nasib Kelas Menengah: Dilema di Tengah Krisis Rantai Pasok
Meskipun minat terhadap mobil listrik meningkat, Bhima memberikan catatan penting bagi kalangan menengah. Berbeda dengan kelompok atas, masyarakat kelas menengah masih harus menghadapi tantangan berat jika ingin beralih ke teknologi ramah lingkungan tersebut tahun ini.
Gangguan distribusi di jalur logistik vital seperti Selat Hormuz berdampak langsung pada biaya produksi kendaraan listrik. “Efek dari gangguan produksi dan juga rantai pasok di Selat Hormuz itu berpengaruh terhadap komponen dan biaya produksi bagi EV, sehingga harganya juga mengalami penyesuaian yang naik,” tambah Bhima.
Selain faktor harga kendaraan yang melambung, pengurangan insentif pemerintah untuk pembelian kendaraan listrik pada tahun 2026 menjadi hambatan tambahan. Hal ini membuat perilaku konsumsi antar kelompok masyarakat menjadi sangat kontras dalam merespons krisis energi ini.
Cek Fakta: Lonjakan Harga BBM per 18 April 2026
Bagi Anda yang masih menggunakan kendaraan konvensional, berikut adalah rincian kenaikan harga BBM nonsubsidi yang berlaku untuk wilayah DKI Jakarta:
- Pertamax Turbo: Melesat menjadi Rp19.400 per liter (naik dari Rp13.100 per liter).
- Dexlite: Kini dibanderol Rp23.600 per liter (naik dari Rp14.200 per liter).
- Pertamina Dex: Tembus Rp23.900 per liter (naik dari Rp14.500 per liter).
Sementara itu, Pertamina masih mempertahankan harga untuk jenis BBM lainnya seperti Pertamax (RON 92) di angka Rp12.300 dan Pertamax Green Rp12.900. Untuk kategori BBM subsidi, harga Pertalite tetap stabil di Rp10.000 per liter dan Biosolar di Rp6.800 per liter. (*)