Artinya apa buat kita? Banyak produsen otomotif kini tidak lagi bergantung pada nikel. Bahkan, sebagian besar nikel Indonesia yang diekspor sekarang masih berakhir pada komponen kendaraan berbahan bakar fosil (ICE) lewat jalur stainless steel. Jika tren LFP ini terus meluas ke pasar global dan Indonesia, permintaan nikel untuk EV bisa merosot tajam. Kita terancam punya stok melimpah tapi tidak ada pembelinya di masa depan!
Cadangan Bijih Menipis, Biaya Produksi Bakal Meroket
CREA juga mengingatkan bahwa ekspansi gila-gilaan industri nikel saat ini mempercepat penurunan cadangan bijih nikel berkadar tinggi, khususnya jenis saprolit. Saat kualitas bijih menurun, proses pengolahan akan membutuhkan energi yang jauh lebih besar. Ujung-ujungnya, biaya produksi akan membengkak dan emisi karbon yang dihasilkan justru semakin parah. Ini adalah lingkaran setan yang bisa menghancurkan efisiensi industri nikel nasional. (*)