Home Ekonomi Laba BTN (BBTN) Meroket 23%! Strategi Dana Murah Berhasil, Saatnya Serok Sahamnya Sebelum Telat?
Ekonomi

Laba BTN (BBTN) Meroket 23%! Strategi Dana Murah Berhasil, Saatnya Serok Sahamnya Sebelum Telat?

Bagikan
perumahan btn
Ilustrasi - BBTN
Bagikan

finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari sektor perbankan tanah air! PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. atau BBTN baru saja merilis laporan keuangan Kuartal I-2026 (1Q26) yang bikin analis geleng-geleng kepala. Di tengah persaingan ketat, BTN berhasil mencetak performa yang melampaui ekspektasi pasar (beat). Jangan sampai Anda menyesal karena melewatkan momentum ini, sebab data menunjukkan BBTN sedang berada dalam jalur “ngegas” yang sangat solid!

Laba Bersih Tembus Rp1,1 Triliun: Konsensus Lewat!

Hingga Maret 2026, Bank BTN sukses meraup laba bersih sebesar Rp1,1 triliun. Angka ini mencerminkan kenaikan fantastis sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year-on-year/yoy). Pencapaian ini jauh melampaui ekspektasi konsensus analis yang awalnya hanya mematok angka moderat. Keberhasilan ini menjadi sinyal kuat bahwa transformasi internal yang BTN lakukan sudah mulai memanen hasil yang sangat manis.

Pendapatan operasional sebelum pencadangan (PPOP) juga tumbuh sehat sebesar 10% yoy. Hal ini didorong oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang sangat kuat, yakni melonjak 13% yoy. Menariknya, kenaikan laba ini bukan cuma soal pendapatan yang naik, tapi karena BTN sangat cerdik menekan biaya bunga hingga turun 16% yoy. Inilah yang kita sebut sebagai strategi efisiensi tingkat tinggi!

Strategi Dana Murah “CASA” Berhasil Pangkas Biaya Bunga

Sobat investor, rahasia utama di balik kinclongnya margin BTN adalah penurunan Cost of Fund (CoF) yang sangat signifikan. BTN berhasil memangkas biaya dana sebesar 105 basis poin (bps) yoy. Bagaimana caranya? BTN mengubah strategi pendanaan dengan meningkatkan porsi segmen institusi menengah hingga menjadi 36% dari total pendanaan.

Strategi ini terbukti jenius karena biaya dana dari institusi menengah hanya sebesar 3,2%, jauh lebih rendah dibandingkan biaya dana dari korporasi besar yang mencapai 4,5%. Dengan Net Interest Margin (NIM) yang terjaga stabil di level 3,6%, BTN memiliki ruang gerak yang sangat luas untuk terus mencetak profit meski suku bunga pasar sedang fluktuatif.

Kredit Non-Perumahan Melejit 37%, Bukti Diversifikasi Berhasil

Selama ini kita mengenal BTN sebagai jagonya KPR, namun data 1Q26 menunjukkan sesuatu yang berbeda. Meski kredit perumahan tetap tumbuh positif (KPR Subsidi naik 8%), justru sektor non-perumahan yang menjadi bintang utama dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 37% yoy! Kredit korporasi bahkan melesat hingga 52% yoy.

Ini sejalan dengan visi besar BBTN untuk meningkatkan porsi kredit non-perumahan hingga 30% pada tahun 2030 mendatang. Fokus pada segmen korporasi dan konsumer dengan imbal hasil tinggi di dalam ekosistem perumahan membuktikan bahwa BTN kini tidak hanya bergantung pada satu kaki bisnis saja. Diversifikasi ini membuat profil risiko perusahaan menjadi lebih seimbang dan menarik bagi investor jangka panjang.

Kualitas Aset Makin Kinclong, NPL dan LAR Kompak Turun

Seringkali pertumbuhan kredit yang cepat memicu kekhawatiran soal kualitas aset. Namun, BTN berhasil menepis ketakutan tersebut. Rasio kredit bermasalah (NPL) membaik ke level 3,1% dibandingkan tahun lalu yang sebesar 3,3%. Begitu juga dengan Loan at Risk (LAR) yang turun menjadi 19,6%.

Perbaikan ini terjadi berkat strategi “Loan Factory” dan sistem penagihan (collection) klaster regional yang jauh lebih efektif. Hebatnya lagi, BTN justru meningkatkan pencadangan (coverage) NPL hingga ke level 124%. Artinya, benteng pertahanan BTN terhadap risiko gagal bayar kini jauh lebih tebal dan aman daripada sebelumnya.

Valuasi Masih Murah: Waktu yang Tepat untuk “Buy”?

Dengan kinerja sekuat ini, saham BBTN saat ini masih diperdagangkan pada valuasi yang sangat atraktif, yakni di angka 0,5x Price to Book (P/B) untuk tahun 2026. Angka ini jauh di bawah rata-rata 10 tahunnya yang berada di level 0,8x. Begitu pula dengan Price to Earnings (P/E) yang hanya 4,6x dibandingkan rata-rata historis 6,7x.

Analis mempertahankan rekomendasi “Buy” untuk saham BBTN melihat prospek margin dan kualitas aset yang terus membaik. Jika Anda mencari saham perbankan dengan potensi upside besar dan fundamental yang sedang naik daun, BBTN adalah kandidat yang sulit untuk Anda abaikan di sisa tahun 2026 ini! (*)

Bagikan
Artikel Terkait
Ekonomi

Harga Emas Antam Hari Ini 16 April 2026 Stagnan, Simak Aturan Pajak dan Cara Belinya

finnews.id – PT Aneka Tambang Tbk (Antam) merilis rincian harga logam mulia...

RUPIAH BANGKIT, Menteri Purbaya minta publik Jual Dolar
Ekonomi

Rupiah Kritis Tembus Rp17.135! Modal Asing Kabur Berjamaah, Siap-Siap Dolar Makin Perkasa?

finnews.id – Kabar kurang sedap kembali menghantam dompet kita semua! Mata uang...

IHSG hari ini mengamuk hingga level 7.610! Asing borong saham Rp626 miliar. Cek rekomendasi saham pilihan ESSA, KAQI, dan INCO untuk cuan maksimal.
Ekonomi

IHSG Ngamuk Pagi Ini! BBCA & BBRI Jadi Penyelamat Saat BREN Loyo, Siap-Siap Cuan di Level 7.700?

finnews.id – Pasar modal Indonesia langsung tancap gas di pembukaan perdagangan pagi...

IMF peringatkan resesi global jika harga minyak US$100! Subsidi BBM dilarang dan wajib ganti ke bantuan tunai tepat sasaran.
Ekonomi

Guncangan Energi Menggila! IMF Larang Subsidi BBM, Siap-Siap Bantuan Tunai Jadi Senjata Baru Hadapi Resesi

finnews.id – Ekonomi dunia sedang berada di ujung tanduk! Jika Anda merasa...