Selain ASII, emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), juga menarik minat asing dengan net buy sebesar Rp109,1 miliar. Saham lain seperti MDKA, SGER, dan AADI melengkapi daftar saham yang tetap diburu pemodal luar di tengah tren pelemahan IHSG hari ini.

Top Gainers Kompas100: SMIL dan KPIG Terbang Tinggi

Bagi Anda yang berfokus pada saham-saham dalam indeks KOMPAS100, ada kejutan manis dari emiten SMIL yang terbang hingga 24,06%. Di posisi kedua, emiten properti KPIG menyusul dengan kenaikan 10,24%. Perusahaan tambang nikel INCO juga mencatatkan rapor hijau dengan kenaikan 5,84%, disusul oleh BUVA (5,20%) dan emiten pendatang baru AADI yang naik 4,85%.

Sisi Gelap Bursa: ESSA dan DEWA Jadi Top Loser

Sebaliknya, beberapa emiten harus rela mendekam di dasar klasemen. ESSA mencatatkan penurunan paling dalam sebesar 5,42%. Emiten yang terafiliasi dengan grup Bakrie dan konglomerat besar lainnya seperti DEWA, PTRO, TPIA, serta BUMI kompak masuk dalam daftar top loser dengan penurunan rata-rata di atas 3%. Pelemahan saham-saham sektor komoditas dan petrokimia ini seolah mengonfirmasi bahwa sentimen pasar sedang tidak bersahabat bagi sektor-sektor tersebut.

Apa Solusi Bagi Investor di Tengah Koreksi IHSG?

Melihat kondisi pasar yang ditutup di level terendahnya, penting bagi Anda untuk tetap menjaga manajemen risiko. Aksi jual bersih asing pada saham big caps seperti BBRI dan BBCA seringkali menjadi indikator bahwa pasar sedang melakukan penyesuaian besar. Namun, selama fundamental ekonomi tetap kokoh, koreksi ini bisa menjadi peluang untuk mengoleksi saham-saham blue chip di harga yang lebih kompetitif. Tetap pantau pergerakan net foreign flow untuk menentukan strategi investasi Anda selanjutnya. (*)