finnews.id – Awan mendung kembali menyelimuti langit pasar modal Indonesia pada penutupan perdagangan Rabu (15/04/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal mempertahankan posisinya dan harus rela terperosok ke zona merah. Anda yang memiliki portofolio di saham-saham perbankan raksasa mungkin perlu menarik napas dalam-dalam hari ini, karena tekanan jual sedang menghantam bursa kita dengan sangat keras.

IHSG Anjlok Parah ke Level Terendah Harian

Pasar saham Indonesia menunjukkan performa yang mengecewakan pada sesi hari ini. IHSG menutup perdagangan dengan pelemahan signifikan sebesar 52,36 poin atau ambles 0,68% ke level 7.623. Data menunjukkan indeks sempat menyentuh angka tertinggi di 7.773 pada awal sesi, namun sayangnya tekanan jual justru membuat indeks berakhir tepat di titik terendahnya hari ini (low session).

Nilai transaksi total mencapai angka yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp22,6 triliun. Sebagian besar aktivitas perdagangan terjadi di pasar reguler (RG) dengan nilai Rp21,5 triliun, sementara pasar negosiasi (NG) mencatatkan transaksi sebesar Rp1,0 triliun. Meskipun nilai transaksi cukup tebal, arah pergerakan pasar justru mengonfirmasi adanya aksi ambil untung (profit taking) massal yang cukup masif dari para pelaku pasar.

Asing Panik Jualan! Net Sell Tembus Rp1,1 Triliun

Kabar yang paling bikin deg-degan bagi para investor lokal adalah derasnya arus keluar modal asing. Sepanjang hari ini, investor asing mencatatkan jual bersih (net sell) sebesar Rp1,1 triliun di seluruh pasar. Fenomena “cabutnya” investor luar negeri ini menjadi beban berat yang menahan laju IHSG untuk bangkit.

Lalu, saham apa saja yang menjadi korban aksi jual asing? Ternyata dua raksasa perbankan tanah air menjadi sasaran utama. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) memimpin daftar dengan nilai jual bersih asing mencapai Rp706,6 miliar. Tak ketinggalan, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) juga terkena hantam dengan net sell sebesar Rp263,8 miliar. Selain perbankan, saham sektor energi dan tambang seperti BUMI, PTRO, dan ANTM juga masuk dalam daftar lima besar saham yang paling banyak dilepas asing hari ini.

Mutiara di Tengah Lumpur: ASII dan CUAN Tetap Diburu

Meski pasar sedang bergejolak, ternyata masih ada beberapa saham yang menjadi “pelarian” bagi modal asing. PT Astra International Tbk (ASII) tampil sebagai primadona dengan catatan beli bersih asing mencapai Rp199,4 miliar. Langkah asing yang terus memborong ASII memberikan sedikit napas segar bagi performa indeks secara keseluruhan.