Tekanan semakin berat karena blokade maritim Iran oleh Amerika Serikat. Penutupan perdagangan laut ini menjadi pukulan telak bagi Indonesia yang merupakan negara pengimpor minyak bersih. Mengingat sekitar seperempat impor minyak mentah Indonesia berasal dari Timur Tengah, penghentian logistik laut di Selat Hormuz otomatis menekan stabilitas nilai tukar kita.

Waspadai Arus Keluar Modal dan Risiko Geopolitik

Meskipun pasar saham global sedang reli, Indonesia menghadapi tantangan struktural yang berbeda. Arus keluar obligasi yang berkelanjutan menunjukkan bahwa investor asing masih cenderung mencari “safe haven” di dolar AS ketimbang menetap di pasar surat utang domestik. Selain Rupiah, beberapa mata uang regional seperti peso Filipina dan baht Thailand juga ikut melemah, meski tidak sedalam kejatuhan mata uang Garuda. (*)